Sejak pagi, Dolar AS menunjukkan pelemahan akibat tertekan oleh konflik perdagangan antara AS dan China yang mulai menunjukkan tanda-tanda mencair. Kondisi ini memperkuat kepercayaan investor dan membuat mengurangi investasi di instrumen tidak berisiko (safe haven), salah satunya adalah Dolar AS.
"Mata uang pendanaan sedang mundur karena dalam penurunan ketegangan secara global," kata Karl Schamotta, direktur strategi pasar global di Cambridge Global Payments di Toronto.
Baca Juga: Dolar AS Jatuh di Tengah Meredanya Kekhawatiran Ekonomi Inggris
AS dan China pada Kamis (5/9/2019) memang sepakat untuk mengadakan pembicaraan tingkat tinggi pada awal Oktober di Washington. Ini memicu harapan bagi ekonomi dunia, karena adanya potensi pertemuan bergerak ke arah kesepakatan untuk menyelesaikan perbedaan perdagangan kedua negara itu.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.