Perombakan Direksi Ala Menteri Rini, 5 BUMN Jadi 'Korban'

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 09 September 2019 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 06 278 2101566 perombakan-direksi-ala-menteri-rini-5-bumn-jadi-korban-xgw2rjElYC.jpg Kementerian BUMN (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

JAKARTA - Masa kerja kabinet era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla segera berakhir di Oktober 2019. Di masa transasisi ini, Jokowi pernah memberi instruksi agar Menteri Kabinet Kerja tidak mengambil keputusan strategis, termasuk merombak direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Larangan Jokowi itu disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pada 6 Agustus 2019 lalu.

"Para menteri diimbau dan diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan strategis dan juga penggantian jabatan atau posisi tertentu," kata Moeldoko.

Meski demikian, agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sejumlah BUMN tetap berlangsung. Dalam kurun waktu dua minggu terakhir, agenda perombakan pengurus perseroan yang diajukan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno pun dilaksanakan.

Menteri Rini Sumarno Jajal Layanan Keuangan Elektronik LinkAja

Ada lima BUMN yang mengadakan RUPLSB, empat diantaranya bank yakni Bank Mandiri pada 28 Agustus 2019, Bank Tabungan Negara (BTN) di 29 Agustus, Bank Negara Indonesia (BNI) di 30 Agustus 2019, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di 2 September 2019. Satu lagi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pada 30 Agustus 2019.

Menariknya, perombakan di tubuh pengurus bank plat merah oleh Rini menuai polemik. Di mana membuat Suprajarto menolak dan mengundurkan diri untuk menjabat sebagai Direktur Utama BTN. Suprajarto memang digeser Rini dari posisi Direktur Utama BRI.

Berikut sejumlah fakta-fakta terkait perombakan direksi dan komisaris BUMN, seperti yang dirangkum Okezone.

1. Perombakan PGN

Dalam RUPLB PGN, ditetapkan perombakan tiga jajaran direksi. Di mana memberhentikan Said Reza Pahlevy sebagai Direktur Keuangan, kemudian digantikan oleh Arie Nobelita Kaban.

Selain itu, memberhentikan Direktur Komersial Danny Pradipta yang kemudian posisi itu digantikan Dilo Seno Widagdo. Serta memberhentikan Direktur Infrastruktur dan Teknologi Dilo Seno Widagdo, yang posisinya digantikan Rendy Ferryanto.

Baca Juga: Terima 3.310 Pegawai Baru, Menteri Rini Ingin BUMN Jadi Pemain di Pasar Global

Begitu pula dengan jajaran komisaris PGN turut dirombak. Rini menetapkan Komisaris Muhammad Ikhsan berhenti dari jabatannya, dan mengangkat Christian H Siboro sebagai Komisaris Independen.

2. Perombakan Bank Mandiri

Hanya bank plat merah ini yang tidak mengalami perombakan direksi. Dalam RPSLB Bank Mandiri hanya ditetapkan pemberhentian Askolani yang merupakan Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani, dari jabatan Komisaris. Posisinya digantikan oleh Rionald Silaban, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu.

3. Perombakan BTN

Bermula dari keputusan RUPSLB terjadi polemik diantara bank BUMN. Menteri Rini memberhentikan Maryono sebagai Direktur Utama BTN, posisi itu kemudian diberikan kepada Suprajarto.

Itu artinya, Rini menggeser Suprajarto dari jabatan Direktur Utama BRI. Menariknya, penetapan tersebut di tolak Suprajarto, dirinya langsung menyampaikan pengunduran diri dari Direktur Utama BTN.

Saat ini, berdasarkan hasil rapat dewan komisaris, Direktur Commercial Banking BTN Oni Febriarto ditunjuk merangkap jabatan sebagai Plh Direktur Utama BTN. Rangkap jabatan itu hingga penunjukan Direktur Utama BTN definitif dalam RUPSLB selanjutnya.

RUPSLB BTN menetapkan pencopotan Maryono dari Direktur Utama BTN (Foto: Okezone.com/Dok. Humas BTN)

4. Polemik Pemberhentian Suprajarto

Dalam RUPSLB BTN, Menteri Rini menetapkan Suprajarto sebagai Direktur Utama BTN, menggeser dirinya dari posisi Direktur Utama BRI, bank dengan aset terbesar di Indonesia yang mencapai Rp1.288 triliun di semester I-2019.

Putusan yang ditetapkan pada Kamis (29/8/2019) sore, langsung ditolak oleh Suprajarto. Malamnya, Suprajarto yang langsung dinonaktifkan sebagai Direktur Utama BRI oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, mendeklarasikan penolakan dan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama BTN.

Baca Juga: OJK: Bank BUMN Belum Ajukan Surat Uji Kelayakan Hasil RUPSLB

Dia merasa tak pernah sekalipun diajak bicara, apalagi musyawarah oleh Rini soal pergeseran jabatan pada dirinya. Sehingga sejak saat itu, kekosongan kepemimpinan BRI sudah diisukan akan diisi oleh Sunarso.

"Saya enggak pernah ada persoalan sama orang sih, rasanya ya.  Karena selama ini saya menjalankan tugas secara profesional, itu saja," ungkap dia dalam konferensi pers di Restoran Tesate Menteng, Jakarta, Kamis malam (29/8/2019).

5. Perombakan BNI

Dalam RUPSLB BNI ditetapkan pemberhentian  Marwanto Harjowiryono dari jabatan Komisaris Perseroan. Posisi itu kemudian diisi oleh Askolani, yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Bank Mandiri.

Selain itu, perseroan juga memberhentikan Catur Budi Harto dari jabatan Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan. Kemudian mengangkat Ario Bimo sebagai Direktur Keuangan yang baru.

Adapun posisi Catur menjadi diisi oleh Tambok P. Setyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Konsumer BNI. Kemudian menggeser posisi Anggoro Eko Cahyo dari Direktur Keuangan menjadi Direktur Bisnis Konsumer.  

Baca Juga: Drama Perombakan Direksi BUMN, Serikat Pekerja BRI-BTN Ingatkan Perintah Jokowi ke Rini

Sementara itu, Bob Tyasika Ananta dan Rico Budidarmo bertukar posisi jabatan. Bob kini menjadi Direktur Tresuri dan Internasional, serta Rico menjadi Direktor Manajemen Risiko.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni menyatakan, pergeseran antar direksi ini juga dimaksudkan agar pengurus perseroan memiliki pengalaman baru. Di samping, dengan tetap memperhatikan latar belakang setiap direksi.

"Karena juga ingin memberikan pengalaman baru kepada direksi yang ada," ungkap dia dalam konferensi pers di Menara BNI, Jakarta, Jumat (30/8/2019).

6. Perombakan BRI

Pucuk pimpinan BRI yang sempat kosong sepeninggalan Suprajarto, akhirnya diisi oleh Sunarso. Menteri Rini menunjuk Sunarso menjadi Direktur Utama BRI dari sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BRI.

Sementara posisi Wakil Direktur Utama diisi oleh Catur Budi Harto, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Jaringan BNI.

Tak hanya itu, susunan direksi lainnya pun sebagian besar berubah. Lantaran, empat direksi dicopot, yakni Sis Apik Wijayanto dari jabatan Direktur Hubungan Kelembagaan, Osbal Saragi Rumahorbo dari jabatan Direktur Jaringan dan Layanan, Mohammad Irfan dari jabatan Direktur Manajemen Risiko, serta R. Sophia Alizsa dari jabatan Direktur Human Capital.

RUPSLB BRI menetapkan Sunarso menjadi Direktur Utama BRI. (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)

Kemudian selain Catur, juga diangkat empat direksi baru lainnya. Diantaranya Herdi Harman Rosadi menjadi Direktur Human Capital BRI, dari sebelumnya Direktur Human Capital Management Telkom Indonesia.

Selain itu, mengangkat Agus Nursanto menjadi Direktur Hubungan Kelembagaan & BUMN, lalu Agus Sudiarto mengisi jabatan Direktur Manajemen Risiko, serta Azzizatun Azimah menjadi Direktur Kepatuhan.

Sedangkan untuk dewan komisaris mengalami perubahan dengan penambahan anggota, yakni mengangkat Luke Larasati Agustina menjadi Komisaris BRI.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini