3. Perombakan BTN
Bermula dari keputusan RUPSLB terjadi polemik diantara bank BUMN. Menteri Rini memberhentikan Maryono sebagai Direktur Utama BTN, posisi itu kemudian diberikan kepada Suprajarto.
Itu artinya, Rini menggeser Suprajarto dari jabatan Direktur Utama BRI. Menariknya, penetapan tersebut di tolak Suprajarto, dirinya langsung menyampaikan pengunduran diri dari Direktur Utama BTN.
Saat ini, berdasarkan hasil rapat dewan komisaris, Direktur Commercial Banking BTN Oni Febriarto ditunjuk merangkap jabatan sebagai Plh Direktur Utama BTN. Rangkap jabatan itu hingga penunjukan Direktur Utama BTN definitif dalam RUPSLB selanjutnya.

4. Polemik Pemberhentian Suprajarto
Dalam RUPSLB BTN, Menteri Rini menetapkan Suprajarto sebagai Direktur Utama BTN, menggeser dirinya dari posisi Direktur Utama BRI, bank dengan aset terbesar di Indonesia yang mencapai Rp1.288 triliun di semester I-2019.
Putusan yang ditetapkan pada Kamis (29/8/2019) sore, langsung ditolak oleh Suprajarto. Malamnya, Suprajarto yang langsung dinonaktifkan sebagai Direktur Utama BRI oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, mendeklarasikan penolakan dan pengunduran diri dari jabatan Direktur Utama BTN.
Baca Juga: OJK: Bank BUMN Belum Ajukan Surat Uji Kelayakan Hasil RUPSLB
Dia merasa tak pernah sekalipun diajak bicara, apalagi musyawarah oleh Rini soal pergeseran jabatan pada dirinya. Sehingga sejak saat itu, kekosongan kepemimpinan BRI sudah diisukan akan diisi oleh Sunarso.
"Saya enggak pernah ada persoalan sama orang sih, rasanya ya. Karena selama ini saya menjalankan tugas secara profesional, itu saja," ungkap dia dalam konferensi pers di Restoran Tesate Menteng, Jakarta, Kamis malam (29/8/2019).