nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perang Dagang AS-China Berdampak Negatif pada Harga Sawit dan Batu Bara RI

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Senin 09 September 2019 17:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 09 20 2102564 perang-dagang-as-china-berdampak-negatif-pada-harga-sawit-dan-batu-bara-ri-KcLb4EJ2Z2.jpeg Diskusi Makro Ekonomi Outlook 2019. (Foto: Okezone.com/Fira)

JAKARTA - Perang dagang global antara Amerika Serikat (AS) dan China memberikan dampak negatif terhadap ekonomi global. Sebab, menurunkan volume perdagangan dunia yang pada akhirnya bisa menekan perekonomian dibanyak negara.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut China Siapkan Pendanaan Khusus untuk Indonesia

Direktur Keuangan dan Strategy Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, dampak perang dagang antara AS dan China bagi Indonesia sangat negatif terhadap penurunan kinerja ekspor melalui harga komoditas.

Perang Dagang

“Perang dagang antara AS dan Tiongkok telah berdampak negatif terhadap penurunan kinerja ekspor melalui penurunan harga komoditas, “ ujarnya, dalam Media Gathering Macro Economic Outlook 2019, Senin (9/9/2019).

Baca Juga: Indonesia-Arab Saudi Bahas Kerjasama Energi di KTT G-20

Dampak lain dari perang dagang yang paling mencolok pada harga minyak kelapa sawit yang belakangan ini terus tertekan ke tingkat hanya mencapai USD500 per ton. Padahal harga 2017 mencapai USD648 per ton dan harga di 2018 mencapai USD556 per ton.

“Selain itu, harga batubara ikut menurun hingga mencapai USD65 per ton. Padahal harga rata-rata tahun 2017 di atas USD100 per ton dan 2018 sebesar USD88,3 per ton,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah menilai bahwa pemerintah perlu benar-benar menyiapkan strategi besar dalam mengantisipasi dampak perang dagang antara dua raksasa global, Amerika Serikat dan China, yang akan berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini