BANGKOK - Indonesia menyatakan ingin membantu untuk meredakan ketegangan hubungan dagang antara Jepang dan Korea Selatan karena perselisihan dua negara raksasa Asia itu bisa berimbas negatif pada laju pertumbuhan ekonomi kawasan dan global.
Baca Juga: Ada Peraturan Baru, Jepang Keluarkan Izin Ekspor Pertama ke Korsel
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Indonesia akan membantu semaksimal mungkin dengan memanfaatkan berbagai jalur komunikasi kepada Korsel dan Jepang, agar tensi sengketa dagang kedua negara itu bisa mereda.
"Di semua percakapan, bahwa kita akan jelaskan secara halus, tanpa kita masuk terlalu jauh ke permasalahan masing-masing negara. Kita ingatkan bahwa perang dagang bisa berdampak pada perekonomian secara keseluruhan dan tidak ada yang diuntungkan dengan hal itu," ujar Enggar usai pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Korsel Yoo Myung-Hee di Bangkok, Thailand, Senin (9/9/2019).
Baca Juga: Korsel Desak Jepang Dinginkan Perselisihan Perdagangan
Enggar bertemu Myung-Hee sebelum rangkaian pertemuan konsultasi ASEAN dengan negara mitra dagang di hari keempat AEM ke-51.
Jepang dan Korsel merupakan dua negara yang memilki hubungan dagang dan investasi yang erat dengan Indonesia. Ketegangan hubungan ekonomi kedua negara tentu bisa berdampak pada mitra-mitra dagang dari kedua negara tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir 2018, perdagangan Indonesia dengan Jepang maupun Korsel selalu tercatat surplus, masing-masing USD1,4 miliar dan USD451 juta. Namun untuk kurun Januari-Juni 2019, berdasarkan data Kemendag, Indonesia mengalami defisit perdagangan dari Korsel sebesar USD441 juta.
