nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Ditutup Flat Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 07:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 10 278 2102776 wall-street-ditutup-flat-menanti-keputusan-suku-bunga-the-fed-iaAaEbKe9T.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir datar pada perdagangan Senin waktu setempat. Hal tersebut disebabkan meningkatnya ekspektasi stimulus dari bank sentral di seluruh dunia dan mengimbangu kerugian pada saham teknologi dan industri kesehatan.

Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Harapan Stimulus Keuangan

Para ahli strategi memprediksi investor tampaknya menarik diri dari pembelian, setelah pasar membukukan kenaikan solid pekan lalu. Seperti saham Microsoft Corp menjadi hambatan terbesar pada indeks S&P 500 dan Nasdaq.

Ilustrasi wall street

Dow Jones Industrial Average naik 38,05 poin, atau 0,14%, menjadi 26.835,51. S&P 500 kehilangan 0,28 poin, atau 0,01%, menjadi 2.978,43 dan Nasdaq Composite turun 15,64 poin, atau 0,19% menjadi 8.087,44.

Baca Juga: Wall Street Naik Tipis Dibayang-bayangi Penurunan Suku Bunga AS

Sebelumnya, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, bank sentral akan bertindak untuk mempertahankan ekspansi ekonomi, sebuah frase yang dibaca pasar keuangan sebagai tanda penurunan suku bunga yang akan datang.

"Ini semacam mata badai, karena investor menunggu lebih banyak berita tentang suku bunga atau perdagangan," kata Manajer Portofolio Kingsview Asset Management Paul Nolte, dikutip dari Reuters, Selasa (10/9/2019).

Minggu ini, Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memperkenalkan langkah-langkah stimulus baru pada pertemuan pada Kamis 12 September 2018. Pasar pun sedang menunggu dan melihat mengenai pertemuan Bank Sentral Eropa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan tidak melihat ancaman resesi karena pemerintahan Trump berusaha untuk menghidupkan kembali negosiasi perdagangan dengan China. Hal ini mengharapkan tahun yang positif ke depan untuk ekonomi AS.

Adapun pergerakan saham layanan kesehatan, Amgen berakhir turun 2,6%, setelah analis mengajukan pertanyaan tentang data obat kanker paru-paru perusahaan. Di antara keuntungan, stok energi naik seiring dengan harga minyak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini