nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Bakal Ancam Bisnis Garuda Cs

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 15:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 13 320 2104451 kereta-semicepat-jakarta-surabaya-bakal-ancam-bisnis-garuda-cs-K0asouhg0t.jpg Kereta Semicepat Jakarta-Surabaya Ancam Bisnis Penerbangan. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyebut kereta semicepat Jakarta-Surabaya akan menjadi transportasi yang digandrungi masyarakat. Bahkan dirinya percaya kehadiran kereta ini menjadi pesaing utama maskapai penerbangan.

Menurut JK, dalam sektor transportasi ada tiga hal yang harus diutamakan. Pertama, kecepatan, kedua, tarif murah dan terakhir adalah pelayanan yang lebih baik.

Baca Juga: Proyek Kereta Jakarta-Surabaya, Menko Luhut Lebih Pilih Jepang

"Persaingan itu ada tiga kalau kita bicara di dalam negara, apabila kita bisa memproduksi sesuatu lebih baik, bisa memproduksi lebih murah, dan bisa memproduksi lebih cepat," ujarnya saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

JK pun memberikan simulasi perbandingan perjalanan Jakarta-Surabaya. Jika menggunakan pesawat, butuh perjalanan tambahan menuju lokasi bandara dan menunggu boarding.

Pesawat Garuda Indonesia

"Anda ke Cengkareng 1 jam, ini dengan catatan tidak macet. Anda menunggu setengah jam atau 1 jam, sudah dua jam. Naik pesawat 1 jam, sudah 3 jam. Ambil barang setengah jam, ke rumah setengah jam, pas 5 jam," kata JK.

Baca Juga: Jepang Vs China, Berebut Proyek Kereta Jakarta-Surabaya di Indonesia

Waktu itu tidak jauh berbeda dengan menggunakan transportasi kereta. Dirinya mencontohkan dengan menggunakan Kereta Api dari Stasiun Gambir menuju Pasar Teu membutuhkan waktu sama yakni 5 jam saja.

"Tapi kalau naik kereta api juga 5 jam. Dari Gambir tiba di pasar turi 5 jam juga sama. Akan terjadi persaingan sistem lagi," ucapnya.

Dengan begitu, industri penerbangan tidak hanya bersaing dengan usaha yang sama-sama bergerak dalam satu sektor. Karena itu, JK menyerukan semuanya untuk berlomba-lomba memperbaiki layanan.

"Bukan lagi persaingan antara Garuda Citilink dengan Lion, tapi persaingan antara kereta api dengan pesawat. Dan semua akan memperbaiki sistem,” kata JK

"Juga akan bersaing dengan jalan tol. Jalan tol bagus untuk mobil kalau muatan penyimpang minimal 4 orang. Tapi ketika hanya 1 orang dia tidak salah naik kereta api. Semua akan jadi pilihan pilihan yang menarik apabila kita mempunyai sistem dan sarana yang baik," imbuhnya.

Saat ini lanjut JK, pemerintah tengah mendorong agar pembangunan kereta api semi cepat bisa segera dilaksanakan. Hal ini untuk memberikan persaingan sehat di dunia transportasi Indonesia.

Masyarakat juga memiliki pilihan transportasi yang beragam untuk berpergian. Apalagi, transportasi darat juga mulai unjuk gigi dengan adanya Tol Trans Jawa.

"Karena memang sekarang sudah ada jalan tol lebih cepat. Nanti pada akhirnya akan terjadi persaingan antara kereta api dan pesawat udara. Karena kalau Surabaya-Jakarta sudah 5 jam nanti 3-4 tahun ke depan, akan sama waktu yang dipakai untuk naik pesawat terbang," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini