nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembangunan Ibu Kota Baru Akan Lebih Cepat dari BSD dan Bintaro

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 18:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 470 2106462 pembangunan-ibu-kota-baru-akan-lebih-cepat-dari-bsd-dan-bintaro-CJ1Gd6cMjc.jpg BSD (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menyebut pembangunan ibu kota baru tidak akan memakan waktu yang lama. Bahkan pembangunan ibu kota baru jauh lebih cepat dibandingkan kota mandiri sepertij BSD ataupun Bintaro.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembangunan kota mandiri memang memakan waktu lama dikarenakan tergantung dari permintaan tempat tinggal. Berbeda dengan ibu kota baru yang mana semuanya sudah disusun dengan rapi.

 Baca juga: Demi Pindah Ibu Kota, Setengah Aset Negara di Jakarta Rp550 Triliun Siap Disewakan ke Swasta

Pemindahan Ibu Kota

"Satu hal membedakan kota baru digagas pengembang dengan ibu kota baru, bedanya membangun kota baru tersebut dengan faktor utama, permintaan tempat tinggal, diarahkan residensial area," ujarnya dalam acara Rakornas Bidang Properti Kadin Indonesia di Hotel Intercontinental Pondok Indah, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Bahkan menurut Bambang, pembangunan ibu kota baru ini cukup 5 tahun saja dilakukan pembangunannya. Sedangkan pengembangan kawasan seperti Bintaro butuh waktu hingga 25 hingga 30 tahun.

 Baca juga: Revisi UU KPK Bisa Awasi Proyek Pemindahan Ibu Kota

"Sekaligus menjawab, ada yang mengatakan nggak mungkin membangun 5 tahun, BSD aja butuh 25-30 tahun," ucapnya.

Sebagai contohnya, awal mula pengembang pasti akan membangun satu cluster terlebih dahulu. Jika satu cluster itu memiliki peminat yang tinggi, maka pengembang akan membangun lagi cluster yang lainnya.

Sementara, ibu kota baru punya inti kegiatan yakni pemerintahan. Dikarenakan ada inti kegiatan maka pembangunan relatif cepat karena sudah jelas target pasarnya.

"Karena hunian, maka perkembangan kota baru lama, karena tergantung demand. Demand makin banyak, saya ingat misal Bintaro Jaya cuma satu, ada demand tambahan sektor 2 tambah lagi sektor 3," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini