nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Alasan Bisnis Air Minum Harus Ikuti Industri 4.0

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 23 September 2019 16:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 23 320 2108270 sederet-alasan-bisnis-air-minum-harus-ikuti-industri-4-0-FF2inqe8mS.jpg Pengolahan Air (Foto: Okezone.com/Dede)

JAKARTA - Pelaku industri pengolahan air mulai mengimplementasi peta jalan revolusi industri 4.0 berbasis teknologi cloud di sektor hulu, proses antara, dan hilir.

Salah satu manfaat utama penerapan teknologi cloud computing, keputusan bisnis di sektor industri pengolahan air dapat diambil lebih real time guna mengoptimalkan proses produksi dan meningkatkan layanan bagi pelanggan.

 Baca Juga: Rampung 2021, Proyek SPAM Senilai Rp1,6 Triliun di Pekanbaru Dimulai

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Supriadi menjelaskan bagi produsen pengolahan air, digitalisasi dapat meningkatkan kompetensi. Sedangkan dari sisi hilir, informasi kepuasan pelanggan dapat menjadi basis peningkatan kualitas layanan ke depan.

“Penerapan teknologi revolusi industri 4.0 ini dilakukan di sektor hulu, proses, dan hilir dari industri. Misalnya di sektor pengolahan air minum, di mana penempatan sensor-sensor menjadi bagian dari program digitalisasi dapat menentukan suplai air, kualitas, dan kuantitas air secara real time,” kata Supriadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (23/9/2019).

 Baca Juga: Proyek Air Minum Dumai Senilai Rp489 Miliar Segera Dibangun

Supriadi menjelaskan revolusi industri 4.0 memang mendorong penerapan teknologi terbaru yang real time berbasis internet of things (iot) dan cloud computing.

"Syarat dari revolusi industri 4.0 itu terkait real time, iot, dan cloud computing. Data-data bisa disimpan di cloud computing, dan dimanfaatkan sebagai bahan analisis untuk menentukan keputusan bisnis secara real time,” ucapnya.

 Air Minum

Dengan pemanfaatan secara real time dan tersimpan di cloud, lanjut dia, faktor keamanan siber (cyber security) juga mesti diperhatikan. Tujuannya agar pemanfaatan data dari program digitalisasi dapat dioptimalkan secara lebih bertanggung jawab dan menghindari kebocoran data.

Dia menilai implementasi teknologi dalam kerangka revolusi industri 4.0 dinilai menjadilangkah strategis pengubah (game changer) daya saing industri yang sesuai dengan trensaat ini.

Kemenperin telah melakukan assesment yang menghasilkan temuan bahwa parapelaku industri nasional termasuk sektor pengolahan air mulai menerapkan konsep 4.0, bukan hanya untuk menerapkan teknologi terbaru, tapi juga untuk meningkatkan daya saingdan produktivitas, guna mengakselerasi pertumbuhan industri dan ekonomi secara nasional.

Sementara Ketua Departemen Infokom Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Zoelfi Loebis menjelaskan pelaku industri pengolahan air minum membutuhkan dukungan dalam penerapan revolusi industri 4.0.

"Termasuk dukungan cloud computing sebagai pilar revolusi industri 4.0,” paparnya.

Dia mengharapkan seminar tren industri 4.0 di sektor air dapat menambah wawasan dan pemahaman baru bagi pelaku industri pengolahan air minum terkait peta jalan revolusi industri 4.0.

“Kami berharap dengan adanya seminar ini, pelaku industri dapat lebih paham tentang peta jalan dan langkah strategis yang dapat diterapkan secara riil,” ujarnya

 Bisnis Air Minum

VP Product Management, Cloud & UC Telkomtelstra Arief Rakhmatsyah menjelaskan dalam implementasi revolusi industri 4.0, otomatis fundamental utamanya adalah layanan cloud.

“Kita tidak bisa bicara yang lain dalam kerangka revolusiindustri 4.0, jika masih menggunakan computing model lama,” paparnya.

Menurut Arief, cloud sebagai salah satu teknologi paling maju telah diterima secara luas disebagian besar industri di Indonesia terutama sektor keuangan. Teknologi cloud dapat membantu dalam memberikan langkah-langkah berbasis hasil lebih banyak, membantu inovasi dan dapat diukur di sejumlah kriteria, seperti peningkatan efisiensi dan penghematan biaya.

“Ini selaras dengan diskusi di industri air tentang perlunya pindah ke industry 4.0 pada akselerasi yang lebih cepat untuk mengimbangi teknologi digital di mana perusahaan utilitas di Indonesia perlu mengadopsi dan mengadaptasi hal-hal seperti keterlibatan pelanggan online, sensor cerdas, dan penggunaan analitik yang lebih baik,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini