Wapres JK Bicara soal Merosotnya Harga Kopi Dunia

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 26 320 2109533 wapres-jk-bicara-soal-merosotnya-harga-kopi-dunia-XOl28UOobR.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Setkab)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyoroti terus merosotnya harga biji kopi di pasaran dunia yang mencapai 70% sejak 1982. Menurut Wapres, salah satu penyebabnya adalah kelebihan pasokan produksi biji kopi dunia.

Baca Juga: Menilik Kesiapan Kopi Bajawa untuk Mendunia

“Saya ingin menggaris bawahi dampak dari krisis harga kopi ini. Petani kecil adalah korban yang paling dirugikan. Petani kecil, bukan industri maupun konsumennya,” kata Wapres Jusuf Kalla saat berbicara pada forum “Aksi Bersama Mengatasi Krisis Harga Kopi dan Mencapai Produksi Kopi Berkelanjutan”, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat (AS), dilansir dari laman Setkab, Kamis (26/9/2019).

Wakil Presiden Jusuf Kalla Buka Pameran Teknologi IISMEX 2019 

Menurut Wapres, lebih dari 90% lahan kopi Indonesia dikelola oleh petani kecil. Karena itu, Indonesia sangat prihatin dengan krisis ini, saat keuntungan industri kopi besar dunia justru meningkat. “Lebih dari 25 juta petani kecil kopi di seluruh dunia berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Indonesia sendiri memiliki 1,8 juta petani kopi,” ungkap Wapres.

Baca Juga: Awas, Jangan Berani-Berani Ketuk Pintu Bekas Apartemen Jack Ma!

Merosotnya harga dunia, lanjut Wapres Jusuf Kalla, juga telah mengakibatkan menanam kopi tidak lagi menjadi sumber penghidupan yang diminati. Sebagian petani kopi bahkan beralih ke sektor lain. Karena itu, sebagai sesame negara penghasil kopi, Wapres mengajak bersama-sama untuk membuat terobosan guna memperbaiki nasib produsen kopi di negara masing-masing. “Kita tidak bisa berdiam diri,” tegas Wapres.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini