"Lahan di ibu kota baru enggak semua akan jadi bangunan. Akan jadi kota hutan, akan banyak hutan, ada suaka untuk orang utan, itu masuk dalam wilayah ibu kota. Jadi hutan-hutan yang selama ini sudah rusak, kemudian lubang bekas tambang-tambang liar akan di tata kembali. Maka ibu kota baru itu akan betul baru untuk masa depan," paparnya.
"Mudah-mudahan Anda semua berkenan pindah ke sana (ibu kota baru), Jakarta sudah terlalu crowded," imbuhnya.
Baca juga: Begini Penggunaan APBN untuk Bangun Ibu Kota Baru
Saat ini, lahan di wilayah ibu kota baru terdiri dari milik negara berupa Hutan Tanaman Industri (HTI) dan tanah milik masyarakat. Adapun lahan HTI itu tengah dikuasai konglomerat Sukanto Tanoto sebagai lahan konsesi, yang akan segera diambil kembali oleh pemerintah.
"Jadi tidak perlu melakukan pembebasan tanah untuk yang HTI, negara tidak perlu membayar," katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.