JAKARTA - Pemerintah bakal memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ibu kota baru ini akan dibangun dengan konsep smart city dan green city di atas lahan seluas 180.000 hektare (ha).
Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyatakan, detail tata ruang ibu kota baru masih dalam proses perancangan. Lantaran pihaknya sedang merampungkan pemetaan kepemilikan dan penggunaan tanah di wilayah ibu kota baru.
Baca juga: Sri Mulyani Wajibkan BI hingga OJK Ada di Ibu Kota Baru
Kendati demikian, Sofyan memastikan identifikasi tata ruang di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara bisa rampung pada Oktober 2019. Mengingat pembangunan konstruksi awal akan mulai dilakukan pada 2020.
"Luas lahan 180 ha itu sedang diidentifikasi kepemilikan, pemanfaatan, dan penggunaan tanah. Akhir Oktober diperkirakan selesai, semuanya bisa jadi jelas sekali," kata dia dalam acara Manager Forum MNC Group ke-42 di iNews Tower, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Meski detail tata ruang masih dalam rancangan, namun Sofyan menjelaskan, dari luas 180 ha tersebut sebesar 6.000 ha akan digunakan untuk pusat pemerintahan, yang menjadi pembangunan tahap awal di ibu kota baru.
"180 ribu itu luasnya lebih 3 kali dari Jakarta, di mana 6.000 ha untuk core (pemerintahan)," kata dia.
Nantinya, keseluruhan lahan 180 ha itu akan dibangun kota yang ramah lingkungan yakni dikelilingi hutan. Sehingga tidak hanya smart city namun juga green city.