“Total pinjaman Waskita saat ini digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan. Sedangkan posisi gearing ratio Perseroan per Juni 2019 sebesar 2,68x masih berada di bawah ambang batas (covenant) sebesar 3,00x. Kami yakin dapat menjaga rasio ini ke 2.3x di akhir 2019,” kata Haris.
Waskita Karya akan menerima arus kas masuk sebesar Rp40 triliun selama 2019. Angka tersebut terdiri atas pembayaran proyek turnkey Rp26 triliun yang selesai di 2019 dan Rp 14 triliun dari proyek konvensional dengan skema progress payment.
Sampai dengan saat ini, Perseroan sudah menerima pembayaran sebesar Rp13,1 triliun yaitu Rp3,4 triliun dari proyek turnkey dan Rp9,7 triliun dari proyek konvensional. Di antaranya, peneriman dari proyek LRT Sumatera Selatan sebesar Rp2,3 triliun pada awal September 2019.
Nilai tersebut di atas belum termasuk rencana penerimaan pengembalian dana talangan tanah dari LMAN. Kas masuk ini akan digunakan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan juga untuk meningkatkan kapasitas pendanaan. Dan menurunkan posisi utang Perseroan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.