nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuota FLPP Habis di Tengah Jalan, Pengembang: Baru Kali Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 17:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 29 470 2110715 kuota-flpp-habis-di-tengah-jalan-pengembang-baru-kali-in-fjYXKfyI9P.jpg Ilustrasi Rumah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Para pengemban menyebut ini pertama kalinnya pembiayaan rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kehabisan kuota. Pasalnya, sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu, kuota FLPP selalu lebih.

Ketua Umum Himpera Endang Kawidjaja mengatakan, pada tahun 2016 lalu, ada 170.000 kuota FLPP yang diberikan oleh pemerintah dan habis hingga akhir tahun. Kemudian setahun berikutnya pada tahun 2017, pemerintah memberikan kuota FLPP sekitar 230.000an dengan realisasi serapan sekitar 216.000.

Lalu pada 2018, pemerintah menargetkan memberikan kuota FLPP sebesar 283.000 di 2018 masing masing sekitar 225.000 unit FLPP dan 58.000 Subsidi Selisih Bunga (SSB). Dari jumlah tersebut, realisasinya adalah sekitar 260.000

"Baru kali ini. Seinget saya baru kali ini," ujarnya kepada Okezone, Minggu (29/9/2019).

Menurut Endang, alasan mengapa untuk tahun ini kekurangan rumah FLPP adalah karena kuota yang ditetapkan lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Ditambah lagi, pada tahun ini pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

"Biasannya ada APBNP dibulan Mei tahun ini kan enggak ada karena Pilpres," ucapnya.

Memang lanjut Endang, pada tahun lalu juga pemerintah tidak melakukan APBNP. Namun, saat itu kuota FLPP yang diberikan oleh pemerintah sangat besar dan bahkan lebih besar dibandingkan tahun ini.

"Kalau tahun kemaren itu enggak ada APBNP tapi tersedia banyak. 225.000 tambah 58.000 283.000 sedangkan realisasi 260.000. Mungkin seharusnnya yang SSB jangan di cut sampe 100.000," ucapnya.

Selain itu lanjut Endang, saat ini tren penjualan rumah subsidi juga sedang tinggi-tingginya. Bahkan dirinya memperkirakan tren ini akan terus naik pada tahun depan hingga menyentuh angka 290.000

"Pasarnya kuat kalo tidak kekurangan saya prediksi 290.000," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini