Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Penerimaan Pajak Seret, Nomor 2 Pemicunya

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Senin, 30 September 2019 |06:07 WIB
Fakta Penerimaan Pajak Seret, Nomor 2 Pemicunya
Ilustrasi Penerimaan Pajak (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

2. Dipicu Perlambatan EKonomi Global

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, lambatnya pertumbuhan penerimaan pajak didorong semakin nyatanya perlambatan ekonomi global. Di mana negara-negara maju mulai mengalami perlambatan ekonomi yang berdampak pada ekonomi nasional.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia semakin rendah membayarkan pajak karena memang bisnisnya terdampak iklim bisnis global karena eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China, rendahnya harga komoditas, hingga persoalan geopolitik dan keamanan di banyak wilayah.

Baca Juga: Turis Asing Belanja Rp5 Juta Bisa Klaim Pengembalian PPN

3. Kontraksi Hingga ke PPN

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri juga mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 6,5% atau hanya mampu terkumpul Rp167,63 triliun. Di mana pada tahun sebelumnya mampu tumbuh positif 9,2%.

Selain itu PPN Impor terkumpul sebesar Rp111,2 triliun atau tumbuh negatif 6%dari tahun sebelumnya yang mampu tumbuh positif 27,4%.

"Per sektornya terlihat industri pengolahan dibanding tahu lalu pertumbuhan pajaknya negatif, begitu juga perdagangan, konstruksi, dan pertambangan. Kegiatan ekonomi mengalami dampak pelemahan ekonomi global," jelas Sri Mulyani.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement