nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Menteri Rini Gaptek Waktu Coba LinkAja

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 15:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 01 320 2111540 cerita-menteri-rini-gaptek-waktu-coba-linkaja-6BuSskSv2s.jpeg Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto: Okezone.com/Diaz)

JAKARTA - Barcode LinkAja yang akan ditempelkan ke gate stasiun kereta akan kadaluarsa tiap 15 detik sekali. Hal ini dilakukan untuk mendukung keamanan dan kecurangan dari pengguna LinkAja. Sebagai informasi, LinkAja merupakan e-wallet yang baru diluncurkan BUMN.

Penggunaan LinkAja ternyata masih perlu disosialisasikan. Sebab, sekelas Menteri BUMN Rini Soemarno saja masih kebingungan dengan salah satu fitur LinkAja yakni membuat barcode setelah meng-shake ponsel expired pasca 15 detik.

Baca Juga: Ada LinkAja Syariah, Apa Bedanya dengan Konvensional?

"Jadi gini, Saya awam karena ketakutan, maklum lah kolonial, jadi urusan IT mah awam. Jadi kan karena khawatir, aku pegangin terus HP aku karena sudah dishake dan muncul barcode. Eh ternyata tiap 15 detik sekali expired. Supaya jaga biar gak diclone orang lain, protection-nya tinggi sekali," tutur Menteri Rini di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (1/9/2019).

"Lebih baik dikocok-kocoknya pas sudah depan gate aja," sarannya.

Menteri RIni

Terkait hal itu, Direktur LinkAja Danu Wicaksana buka suara. Ia mengaku takut ada kecurangan pengguna yang men-clone barcode untuk dijadikan tiket bersama.

"Ada beberapa orang yang butuh proses edukasi. Ada yang nge-shake, eh nge-shake HP nya 5 menit sebelum masuk gate. Padahal 15 detik setelah di-shake saja sudah expired," jelas Danu.

Selain itu, dia mengaku fitur ini diciptakan untuk menghindari cloning. "Karena kita takut bisa diprint screen lalu di-clone," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini