nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada LinkAja Syariah, Apa Bedanya dengan Konvensional?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 30 September 2019 21:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 30 320 2111238 ada-linkaja-syariah-apa-bedanya-dengan-konvensional-UYA0TgrMxg.jpg Syariah (Foto: Reuters)

JAKARTA - PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pemilik dompet digital LinkAja bakal meluncurkan produknya versi Syariah pada November 2019. LinkAja Syariah bakal memiliki tiga perbedaan mendasar dari versi konvensional.

Direktur Utama Finarya Danu Wicaksana menjelaskan, dana mengendap atau floating fund dari saldo yang diisi oleh pelanggan LinkAja Syariah bakal disimpan di bank syariah. Berbeda dengan LinkAja konvensional yang disimpan di bank umum.

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Ingin Perbankan Punah seperti Dinosaurus

"Untuk syariah juga dana harus disimpan di bank BUKU IV, tapi bank syariah belum ada yang bank BUKU IV. Jadi disimpan di bank syariah yang terafiliasi dengan bank BUKU IV," jelasnya ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Perbedaan selanjutnya, dari tata cara transaksi. Danu menyatakan, dalam hal ini pihaknya melakukan konsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN). Hal ini untuk memastikan transaksi hingga promo apakah bertentangan dengan akad syariah atau tidak.

Baca Juga: Kalah Lawan Fintech, Perbankan Bakal Ditinggal Nasabah

Dia menjelaskan, seperti diskon dari transaksi yang didapat oleh pengguna LinkAJa Syariah, harus diberikan oleh pihak merchant bukan dati pihak LinkAja. "Ada satu opini dari Dr. Oni Syahroni yang bilang, kalau diskonnya dari merchant itu diperbolehkan," katanya.

Perbedaan terkahir adalah produk-produk yang ditawarkan. Danu mengatakan, produk seperti asuransi dan pinjaman akan sesuai dengan akad syariah. Pihaknya saat ini tengah menggandeng Kredit Pintar untuk penyaluran pinjaman bagi pelanggan LinkAja konvensional.

Sedangkan untuk LinkAja Syariah, pihaknya bakal menggandeng partner yang memang mengatur akad syariah. "Jadi penyedianya (untuk LinkAJa Syariah bukan partner kami yang sekarang," imbuh dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini