nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivitas Pabrik di AS Menurun, Wall Street Berakhir Lesu

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 07:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 02 278 2111785 aktivitas-pabrik-di-as-menurun-wall-street-berakhir-lesu-ntwPABPGvd.jpg Ilustrasi Wall Street. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir lesu pada perdagangan Selasa waktu setempat. Di mana indeks S&P 500 dan Dow menyentuh level terburuk, usai diumumkan data aktivitas pabrik di AS yang menunjukkan pelemahan lebih dari satu dekade.

Hal ini pun memicu kekhawatiran bahwa perang dagang AS-China menggoncang ekonomi terbesar dunia. Alhasil investor memindahkan investasinya ke tempat yang aman dari Treasury AS setelah laporan indeks aktivitas manufaktur jatuh dan di bawah ekspektasi para ekonom.

Baca Juga: Saham Teknologi Bawa Wall Street ke Zona Hijau

Dow Jones Industrial Average turun 1,28% menjadi berakhir pada 26.573,04, sedangkan S&P 500 kehilangan 1,23% menjadi 2.940,25. Kedua indeks mengalami penurunan terbesar sejak 23 Agustus, ketika Presiden AS Donald Trump menuntut agar perusahaan-perusahaan Amerika mencari alternatif dalam bisnis dengan China.

Wall Street

Sementara itu, Nasdaq Composite turun 1,13% menjadi berakhir pada 7.908,69. Demikian dikutip dari Reuters, Rabu (2/10/2019).

Baca Juga: AS Tak Akan Depak Emiten China, Wall Street Melesat

Berlanjutnya ketegangan perdagangan jelas membebani ekspor. Data AS mencerminkan pola yang sama di zona euro, Jepang, Inggris, dan China. Hanya saja, untuk mengetahui kekuatan ekonomi AS, sebuah laporan pekerjaan pada Jumat nanti akan menjelaskan.

Meskipun perang dagang AS-Tiongkok berkepanjangan dan telah memangkas pertumbuhan global, kepercayaan terhadap ekonomi domestik di AS telah membantu benchmark S&P 500 naik sekitar 17% tahun ini.

Saham broker online Trade Financial jatuh 16,4%, terbesar setelah saingannya Charles Schwab Corp mengatakan akan menghapus komisi untuk perdagangan saham online. McDonald Corp turun 2,7% setelah JP Morgan mengatakan penjualan toko makanan cepat saji kuartal ketiga yang sama akan lebih lembut dari perkiraan analis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini