Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lantik Eselon I, Sri Mulyani Ingin Pejabat Kemenkeu Bisa "Pancing" Investasi

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Kamis, 03 Oktober 2019 |19:04 WIB
Lantik Eselon I, Sri Mulyani Ingin Pejabat Kemenkeu Bisa
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik pejabat Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yakni Suminto sebagai Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional. Dirinya berharap, Suminto bisa meningkatkan peran Indonesia di tingkat internasional dan menarik investasi.

Adapun Suminto dilantik mengisi posisi kosong yang ditinggalkan Andin Hadiyanto, yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu.

 Baca juga: Lantik 25 Eselon II Kemenkeu, Ini Pesan Sri Mulyani

Sri Mulyani menjelaskan, di tengah kondisi global yang mengalami tekanan, banyak negara yang berpotensi atau sudah mengalami pelemahan ekonomi. Oleh sebab itu, Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan untuk menghadapi gejolak ekonomi global.

Maka pejabat Kemenkeu harus mampu meningkatkan perannya di level internasional. Sehingga tidak hanya sekedar mengikuti pertemuan, namun berkontribusi untuk membentuk kebijakan yang tepat di dalam negeri, bahkan bisa menggaet investasi.

 sri mulyani

"Berharap bisa memacu ekspor dan investasi di Indonesia. Membawa kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan dana investasi dari dunia internasional dan melihat peluang pasar ke berbagai negara," jelas Sri Mulyani saat pelantikan di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Untuk mencapai hal tersebut, Sri Mulyani pun meminta pejabat Kemenkeu bisa saling berkoordinasi antar unit Eselon I, juga dengan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu dan kementerian/lemabaga terkait. Sehingga isu yang dibawa Indonesia dalam forum internasional memang mewakili kepentingan negara, bukan pendapat pribadi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement