nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Bergerak Varian karena Ketidakpastian Ekonomi

Maghfira Nursyabila, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 09:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 320 2112743 harga-minyak-bergerak-varian-karena-ketidakpastian-ekonomi-EDo4UqmQ44.jpg Kilang (reuters)

NEW YORK - Harga minyak turun pada perdagangan Kamis (3/10/2019) waktu setempat. Pertumbuhan harga melambat naik dari yang paling rendah dalam tiga tahun bulan lalu.

Melansir Reuters, New York, Jumat (4/10/2019), West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 19 sen menjadi USD52,45 per barel. Sementara itu minyak mentah Brent naik 2 sen ke USD57,71 per barel.

 Baca juga: Pasca Serangan Drone, Pasokan Minyak Arab Saudi Kembali seperti Semula

Seperti diketahui, pertumbuhan sektor jasa AS melambat ke posisi paling lemah dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan pekerjaan ini yang terlemah dalam satu dekade.

 Kilang Minyak

Bahkan ketika minyak mentah Amerika Serikat (AS) mengurangi penurunan, minyak mentah berjangka telah menemukan posisi terendah dalam delapan sesi terakhir.

 Baca juga: Harga Minyak Turun Dipicu Kelesuan Industri Manufaktur di AS

Di seberang Atlantik, data ekonomi juga memberi tekanan pada minyak mentah. Pertumbuhan bisnis zona euro terhenti pada bulan September, hal ini membuat menambah ketidakpastian perekonomian global.

Perdagangan minyak bisa jadi harapan bahwa Amerika Serikat dan China dapat membuat kemajuan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan mereka dan angka-angka yang menunjukkan hasil di Amerika Serikat.

 Baca juga: Kilang Saudi Aramco Pulih, Harga Minyak Langsung Turun

Tahun ini, Brent telah meningkat sekitar 7% akibat didukung oleh pemotongan pasokan dari Organisasi di berbagai negara Pengeskpor Minyak. Meskipun demikian, kekhawatiran tentang memburuknya prospek ekonomi telah membayangi dukungan dari sisi penawaran dan prospek gangguan output di Timur Tengah yang tampaknya menjadi perhatian terbatas bagi investor.

Pada 16 September, Brent melonjak ke USD72 per barel setelah serangan terhadap kilang minyak yang ada di Arab Saudi, hal itu menyebabkan setengah produksi dari negara itu tersendat.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini