nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenaikan Cukai Rokok Bakal Picu PHK Massal

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 21:44 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 320 2113106 kenaikan-cukai-rokok-bakal-picu-phk-massal-cGmL9sEnDZ.jpg Cukai Rokok Naik (Foto: Reuters)

JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea khawatir kenaikan cukai rokok akan berimbas pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara massal. Terutama untuk segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang merupakan industri padat karya.

 Baca Juga: Komisi XI: Pengawasan Tarif Cukai Rokok dari Batasan Produksi

Hal ini juga sudah disampaikan Andi Gani saat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor akhir September lalu.

"Meminta kenaikan tarif cukai rokok buatan tangan tidak melebihi dari kenaikan cukai rokok buatan mesin. Khususnya untuk golongan SKT yang menyerap tenaga kerja paling besar," katanya di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

 Baca Juga: Pelaku Industri Beri 2 Rekomendasi ke Sri Mulyani soal Cukai Rokok

Selain itu, Andi Gani mendorong penggabungan batasan produksi rokok buatan mesin Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM). Alasannya, perusahaan rokok besar asing multinasional masih memanfaatkan tarif cukai yang murah untuk merebut pasar.

 Cukai Rokok

Menurutnya, dengan melakukan penggabungan maka menciptakan aspek keadilan dalam berbisnis di industri hasil tembakau, terutama akan melindungi pabrikan rokok kecil untuk bersaing langsung dengan pabrikan rokok besar asing.

"Pabrik multinasional yang punya SPM dan SKM itu harus digabung. Supaya produksi SPM dan SKM nanti jadi naik," katanya.

Untuk diketahui, mulai 1 Januari 2020, tarif cukai rokok akan naik sebesar 23%. Tak hanya mengatur kenaikan tarif cukai rokok, pemerintah juga mengatur harga jual eceran (HJE) rokok. Kenaikan harga jual eceran rokok ditetapkan sebesar 35%.

 PHK

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini