nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Melemah Imbas Pemerintah AS Batasi Aliran Modal ke China

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 21:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 08 278 2114487 wall-street-dibuka-melemah-imbas-pemerintah-as-batasi-aliran-modal-ke-china-7JYXeE5Nk2.jpg Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Wall Street dibuka melemah pada perdagangan hari ini. Hal ini dikarenakan adanya laporan bahwa Pemerintah AS mewacanakan pembatasan aliran modal ke China.

Sentimen tersebut membuat kekhawatiran baru atas hasil dari pembicaraan perdagangan tingkat tinggi pada minggu ini. Laporan tersebut muncul ketika ketegangan meningkat setelah AS memperluas daftar hitam perdagangannya untuk memasukkan perusahaan pengawas video China Hikvision (002415.SZ) dan pembuat peralatan pengawas Zhejiang Dahua Technology (002236.SZ).

 Baca juga: Negosiasi Perang Dagang AS-China Buntu? Wall Street Anjlok

Melansir reuters, Jakarta, Selasa (8/10/2019), Dow Jones Industrial Average turun 201,43 poin atau 0,76% menjadi 26.276,59. S&P 500 dibuka lebih rendah sebesar 18,39 poin atau 0,63% pada 2.920,40. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 58,02 poin, atau 0,73%, menjadi 7.898,27.

 Wall Street

Diskusi mengenai pembatasan aliran modal difokuskan pada investasi yang dilakukan oleh dana pensiun pemerintah AS. Hal ini menambah pesimisme. Sementara itu, China telah mengurangi harapannya menjelang pembicaraan perdagangan tingkat tinggi yang akan dimulai pada hari Kamis.

 Baca juga: Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Penantian Pertemuan China-AS

"Saya tidak berpikir ada banyak harapan bahwa kita akan melihat kesepakatan yang telah selesai dalam waktu dekat," kata Scott Brown, kepala ekonom di Raymond James di St. Petersburg, Florida.

"Untuk pasar, mungkin cukup hanya dengan melihat pemberhentian dalam eskalasi," tambahnya.

Tindakan AS menekan pemasok ke perusahaan-perusahaan China, saham Intel Corp (INTC.O) dan Nvidia Corp (NVDA.O) turun sekitar 1% dalam perdagangan premarket, sementara Ambarella Inc (AMBA.O) merosot 12%.

 Baca juga: Wall Street Meroket Ditopang Pertumbuhan Lapangan Kerja

Saham kelas berat di Dow Jones, Boeing Co (BA.N) turun 1,5% setelah Wall Street Journal melaporkan gesekan antara Amerika Serikat dan Eropa dapat lebih lanjut menunda upaya untuk melanjutkan penerbangan dari 737 MAX terlaris pembuat pesawat, yang tak beroperasi sejak awal 2019.

Di perdagangan hari ini, saham Nektar Therapeutics (NKTR.O) turun 6,1% setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat saham pengembang obat menjadi "jual."

Saham China yang terdaftar di AS juga menurun, dengan Alibaba Group Holding (BABA.N), JD.com Inc (JD.O) dan Baidu Inc (BIDU.O) turun antara 2% dan 2,6%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini