nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Memprihatinkan, Transportasi Umum di Daerah Tergerus dengan Gojek Cs

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 13:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 08 320 2114221 memprihatinkan-transportasi-umum-di-daerah-tergerus-dengan-gojek-cs-aentwIONKZ.jpg Transportasi Umum Tergerus Ojek Online (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyebut kondisi transportasi di daerah nasibnya begitu memprihatinkan. Beberapa transportasi masal seperti angkot hingga becak kini mulai terpinggirkan keberadaannya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, beberapa angkutan masa tersebut kini mulai terpinggirkan dengan keberadaan transportasi online seperti Gojek ataupun Grab. Pasalnya selain harganya yang lebih murah, dengan menggunakan transportasi online juga memudahkan masyarakat untuk berpergian.

 Baca Juga: Ojek Online Tumbuh 6 Kali Lipat Dimotori Layanan Antar Makanan

Misalnya untuk menggunakan angkot, biasanya masyarakat harus menggunakan transportasi seperti becak ataupun ojek dari rumahnya. Namun dengan Gojek atau Grab, masyarakat cukup menunggu di rumah saja jika ingin berpergian.

“Banyak angkutan umum di daerah memprihatinkan. Karena tergerus angkutan online dan kendaraan pribadi,” ujarnya dalam acara nota kesepakatan Sinergi Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sutrinama dan Indobus di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

 Baca Juga: Ada Pemain Baru di Industri Ojol, Apa Beda Anterin dengan Gojek-Grab?

Oleh karena itu lanjut Budi, pemerintah akan terus memperbaiki dan mengembangkan tansportasi umum yang nyaman dan murah untuk masyarakat, sehingga, transportasi umum tidak kalah bersaing lagi dengan transportasi online seperti Gojek dan Grab.

 Gojek

Khusus untuk perbaikan dan pengembangan transportasi masal di darat, kini pemerintah tengah mengembangkan penggunaan Bus Rapid Transit (BRT). BRT merupakan sebuah sistem bus yang cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari infrastruktur, kendaraan dan jadwal.

Saat ini, BRT baru berada di kota-kota besar seperti Jakarta saja dengan TransJakarta. Nantinya pemerintah ingin agar BRT ini bisa menjamah daerah-daerah pelosok.

“BRT yang kita bantukan ke daerah ada yang cukip bagus mengembanhkan. Tapi ada daerah yang stuck. Persoalannya adalah entitas pengelola,” katanya.

Untuk mengembangkan BRT, pemerintah melakukan kerjasama dengan Jerman. Jerman bahkan siap menggelontorkan uang sebesar 21 juta uero untuk penelitian khusus BRT di daerah-daerah.

“Kemenhub kerja sama dengan Jerman dan GIZ mengembangkan BRT yang udah kita bantu dengan program sarana. Tahun sekarang enggak begitu banyak,” ucapnya.

 Grab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini