nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melantai di Bursa, Saham Itama Ranoraya Meroket 49,73%

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 10:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 15 278 2117005 melantai-di-bursa-saham-itama-ranoraya-meroket-49-73-wmGwYVSOKu.jpg IPO (Shutterstock)

JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk resmi melantai dibursa pada hari ini. Harga saham emiten berkode IRRA tersebut langsung meroket.

Mengutip yahoofinance, Jakarta, Selasa (15/10/2019), saham IRRA langsung meroket Rp186 atau 49,73% ke Rp560. Di mana, harga penawaran perdananya Rp374 per lembar saham.

 Baca juga: IPO, Itama Ranoraya Patok Harga Saham Rp50

Terlihat nilai transaksi mencapai Rp2,24 miliar dengan volume transaksi 4 juta lembar saham diperdagangkan.

 IPO

Sebelumnya, PT Itama Ranoraya akan melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak-banyaknya 400 juta saham baru. Adapun harga nilai nominal Rp50 setiap saham atau sebanyak-banyaknya 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

 Baca juga: Indonesia Masuk Peringkat ke-10 Pasar IPO Global

Direkur Itama Ranoraya Heru Firdausi mengatakan, rencana penggunaan dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek akan digunakan sekitar 60% akan digunakan untuk mengembangkan pusat dan jejaring pemasaran secara bertahap di beberapa kota di Indonesia selama periode 2019-2020. Sekitar 40% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan.

“Dalam penawaran umum perdana saham ini, perseroan telah menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek. Dengan Lembaga & Profesi Penunjang Pasar Modal,” ujarnya.

 Baca juga: IPO, 2 Anak Usaha Citranusa Indonesia Incar Rp1 Triliun

Adapun perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi alat kesehatan mendistribusikan beberapa perangkat medis, antara lain, Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbott Diagnostik, TerumoBCT, dan Ortho Clinical Diagnostic. Pangsa pasar Perseroan merupakan institusi kesehatan swasta maupun milik pemerintahan seperti Palang Merah Indonesia (PMI), Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Rumah Sakit, Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) di seluruh Indonesia, bersama dengan tingkat direktorat dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini