nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dorong Potensi Kopi Dalam Negeri, Pemerintah Revitalisasi BLK di Lampung Barat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 15 Oktober 2019 18:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 15 320 2117284 dorong-potensi-kopi-dalam-negeri-pemerintah-revitalisasi-blk-di-lampung-barat-dmtKymL4D5.jpg Kopi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong implementasi dari program vokasi guna peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu yang dilakukan adalah fokus pada pendidikan vokasi sesuai dengan potensi wilayah.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono menyatakan, pihaknya akan merevitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) di Lampung Barat. Hal tersebut untuk memaksimalkan potensi di sektor perkopian.

Baca Juga: Kemenperin Buat Kurikulum SMK Sesuai dengan Industri

"Kami lihat potensi wilayahnya, dan akan kembangkan kopi karena ada berbagai jenis kopi di sana," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (15/10/2019).

Dia menyatakan, di bawah naungan Kemenaker ada satu BLK di Lampung Barat yang dilakukan revitalisasi agar memenuhi standar. "Revitalisasi itu artinya divitalkan kembali dari yang tadinya (BLK) itu kurang terdorong," imbuhnya.

kopi

Di sisi lain, pemanfaatan potensi perkopian ini juga melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan mengembangkan SMK di sana.

"Jadi kamu sudah sepakat untuk kembangkan perkopian di sana, tapi memang lebih banyak ke SMK," katanya.

Baca Juga: Pemerintah Akan Bentuk Komite Vokasi, Ini Fungsinya

Pemerintah melalui Kemendikbud, memang tengah melakukan revitalisasi sejumlah SMK di Indonesia. Tahun ini saja ada sekitar 300 SMK yang direvitalisasi. Kemudian dilanjutkan dengan revitalisasi 5.000 SMK yang tersebar di seluruh Indonesia sepanjang 2020-2024 mendatang. Anggaran untuk program ini diperkirakan sebesar Rp4,3 triliun.

"Untuk tahun 2020 targetnya 550 SMK, jadi ini dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran," ujar Mendikbud Muhadjir Effendy di Kantor Kemenko Perkeonomian, Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini