Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Ini Penjelasan Menko Darmin

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 17 Oktober 2019 |07:50 WIB
IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Dunia, Ini Penjelasan Menko Darmin
Menteri Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kembali mengoreksi perkiraan pertumbuhan ekonomi global sebesar 0,2% dari proyeksi yang dikeluarkan pada Juli lalu. Dengan revisi tersebut, maka diperkirakan ekonomi global hanya mampu tumbuh 3% di tahun 2019.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa pihaknya berharap situasi itu tidak membuat target pertumbuhan ekonomi (PE), Indonesia terkoreksi, paling tidak masih diharapkan dikisaran 5%.

 Baca juga; Peluang Investasi di Tengah Perang Dagang

"Kita tetap berharap PE masih 5% lah, boleh lah ya," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (16/10/2019) malam.

 Darmin (Humas Kemenko)

Menurut dia, kondisi tersebut memang akan memberi pengaruh buat Indonesia tapi tidak signifikan. Sebab dampak perlambatan ekonomi dunia ke tiap-tiap negara tidak sama, bahkan antara China dan Indonesia pun berbeda.

 Baca juga: IMF Proyeksi Ekonomi Global 2019 di 3%, Paling Lambat Sejak Krisis 2008-2009

"Memang ada pengaruhnya tapi tidak terlalu besar ke kita. Kita lihat China karena perang dagang pertumbuhan ekonomi dia 1,5 tahun turun hampir 8% sekarang tinggal 6%, kita dari 5,2% menjadi 5%," ungkap dia.

Namun, lanjut dia, kecilnya pengaruh perlambatan ekonomi dunia ke Indonesia bukan berarti membuat optimis. Keadaan saat ini memang tengah dibayang-bayangi ketidakoptimisan.

"Situasinya memang tidak optimis. Cuma tinggal dampaknya ke setiap negara. Di mana kita dagangnya dengan AS, China dan Jepang, tiga tiganya itu terpengaruh," pungkas dia.

(Angelina M Donna Ariyanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement