nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Ketua MPR Ungkap Positifnya Perekonomian dan Berkurangnya Kemiskinan

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Minggu 20 Oktober 2019 16:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 20 320 2119359 pelantikan-jokowi-ma-ruf-ketua-mpr-ungkap-positifnya-perekonomian-dan-berkurangnya-kemiskinan-WDBrLORPgw.jpg Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin. (Foto: Okezone.com/Istimewa)

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo mengungkapkan beberapa capaian kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama 5 tahun terakhir. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung naik.

"Kita mencatat, di saat ekonomi negara lain melambat, pertumbuhan ekonomi kita selama 5 tahun terakhir cenderung meningkat," ungkap Bambang dalam sambutannya di acara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 di Gedung MPR, Minggu (20/10/2019).

Baca Juga: Dibutuhkan Kabinet Menteri Jokowi-Ma'ruf yang Bawa Ekonomi Tumbuh 7%

Pasalnya, Indonesia telah mencapai banyak prestasi selama 5 tahun terakhir ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil menekan angka kemiskinan dan pengangguran ke level terendah dalam sejarah Indonesia.

Pelantikan Jokowi

"Angkatan penduduk miskin menurun, pengangguran juga menurun. Bahkan mencapai angka terendah dalam sejarah Indonesia, yakni 9,41% dari sebelumnya 11,22% pada tahun 2015," ujar Bambang dengan bangga.

Baca Juga: Harapan Buruh di Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf: Perbaikan Upah

Tidak hanya di sektor pemberantasan kemiskinan, pemerintahan Presiden Jokowi periode 2014-2019 juga sukses membuat pemerataan pembangunan jadi lebih membaik. Lebih-lebih, statusnya masuk ke level tinggi.

"Selain itu upaya pemerataan pembangunan juga menunjukkan kinerja yang membaik yang ditunjukkan dengan semakin menurunnya Gini Ratio, indeks pembangunan manusia yang terus meningkat, bahkan masuk dalam status tinggi," tambah Bambang.

Saat ini, tidak ada lagi provinsi dengan indeks pembangunan manusia yang rendah. Konektivitas antar wilayah terutama di daerah tertinggal, terdepan, terluar, telah mulai dirasakan manfaatnya.

Kemudian, akselerasi pembangunan infrastruktur yang difokuskan pada konektivitas sepanjang rantai pasok juga telah menghubungkan pasar dengan sentra-sentra produksi rakyat, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, serta industri termasuk koperasi dan UMKM.

Di sektor desa, peningkatan yang melonjak juga terlihat. Bagaimana tidak, dana transfer yang diproyeksikan untuk desa telah dirasakan oleh masyarakat.

"Dalam 5 tahun terakhir, hasil dari dana transfer ke daerah dan dana desa sudah dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik seperti akses rumah tangga dan air minum layak," tambahnya.

"Persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan serta angka partisipasi murni dari pendidikan anak usia dini sampai SMA sederajat. Selain itu, melalui dana alokasi khusus fisik pemerintah juga telah berhasil membangun berbagai infrastruktur bagi masyarakat seperti peningkatan jalan, penyelesaian pembangunan jembatan, pembangunan ruang kelas baru, pembangunan laboratorium sekolah, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi, pembangunan rumah dan peningkatan kualitas rumah, serta rehabilitasi sarana dan prasarana kesehatan," pungkas Bambang.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini