nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Kepala BKPM, Apa Jurus Bahlil Lahadalia Tingkatkan Investasi di RI?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 23 Oktober 2019 12:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 23 320 2120648 jadi-kepala-bkpm-apa-jurus-bahlil-lahadalia-tingkatkan-investasi-di-ri-h7vQEdPBX7.jpg Bahlil Jadi Menteri Investasi/Kepala BKPM (Foto: Okezone.com/Dede)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Kabinet Indonesia Maju. Dengan penunjukkan Bahlil, diharapkan investasi dapat meningkat.

 Baca Juga: Jatuh Bangun Bahlil Lahadalia, Sopir Angkot yang Bakal Jadi Menteri

Sebab, salah satu permasalahan Indonesia saat ini adalah investasi yang rendah yang kemudian menyebabkan pertumbuhan ekonomi rendah dan kemudian berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang juga rendah.

"Rendahnya investasi disebabkan oleh masih banyaknya hambatan investasi di Indonesia yang perlu diurai satu persatu agar iklim investasi Indonesia dapat ditingkatkan," Ketua Umum Hipmi Mardani H Maming di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

 Baca Juga: Bahlil Lahadalia: Jadi Menteri Bukan untuk Gaya-gayaan

Menurutnya, investasi di Indonesia memang menunjukkan tren peningkatan tapi angka peningkatannya rendah sehingga tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke arah yang maksimal sesuai target yaitu 6%.

 Kabinet Indonesia Maju

Berdasarkan data Hipmi, investasi tahun 2014 sebesar Rp463,1 triliun, 2015 sebesar Rp519,5 triliun, 2016 sebesar Rp612,8 triliun, 2017 sebesar Rp692,8 triliun dan 2018 sebesar Rp721,3 triliun. Sementara pada semester I-2019 mencapai Rp395 triliun atau hampir 50% dari target investasi tahun 2019 ini sebesar Rp792,3 triliun.

"Selain masalah investasi yang rendah, yang juga perlu untuk diselesaikan adalah senjangnya antara rencana investasi yang telah disetujui dengan investasi yang benar benar direalisasikan yang kalau dibandingkan hanya sepertiga dari rencana investasi yang benar benar berjalan," katanya.

Karena itu kata Mardani dibutuhkan berbagai macam terobosan dan langkah eksekusi agar rencana investasi dapat berjalan baik di lapangan. Hambatan investasi yang ada terentang luas, mulai dari persoalan aturan, lahan, birokrasi, tenaga kerja dan lain-lain menjadikan rencana investasi kadangkala tidak berjalan dilapangan.

"Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang tumbuh dari bawah dan memimpin organisasi pengusaha muda di Indonesia pasti memahami masalah ini dengan baik sehingga mampu menguraikan dan menyusun langkah terobosan untuk meningkatkan investasi di Indonesia," ujarnya.

 Bahlil

Apalagi Bahlil Lahadalia adalah pengusaha yang selain memahami kalkulasi bisnis, juga turun ke lapangan langsung mendampingi unit usaha yang dikerjakannya. "Hipmi akan menjadi mitra Pemerinatah untuk menggalakkan dan mendorong investasi di Indonesia, dan akan berkolaborasi dengan Mantan Ketua Umum Hipmi Bahlil Lahadalia terkait agenda tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Hipmi akan mencanangkan tahun 2020 sebagai tahun Investasi di Indoneisa dengan mendorong seluruh anggotanya untuk dapat berinvestasi diseluruh sektor ekonomi yang digelutinya.

Dengan kolaborasi dan kerja keras tersebut diharapkan agar Investasi di Indonesia dapat meningkat yang akan mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini