nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bahlil Lahadalia: Jadi Menteri Bukan untuk Gaya-gayaan

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 22 Oktober 2019 18:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 22 320 2120334 bahlil-lahadalia-jadi-menteri-bukan-untuk-gaya-gayaan-p6uW7QvbwL.jpg Bahlil Lahadalia Calon Menteri Kabinet Kerja Jilid II. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Bahlil Lahadalia mengaku siap membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan. Meski demikian, Bahlil belum mengetahui akan menjabat sebagai menteri apa di Kabinet Kerja Jilid II.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini mengatakan, jabatan sebagai menteri merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, jika terpilih akan menjalankannya dengan baik dan bersungguh-sungguh.

Baca Juga: Budi Karya: Presiden Jokowi Minta Saya Lanjut Jadi Menhub

“Ini kan amanah bukan untuk gaya-gayaan . Saya yakin dan percaya dijalankan dengan baik dan sungguh sungguh,” ujarnya saat ditemui di Komplek Istana, Jakarta, Selasa (22/10/2019).

Bahlil

Sebagai warga negara yang baik, jika sewaktu-waktu negara membutuhkan tenagannya dirinya. Bahlil mengaku siap menjalankan tugas dan amanah tersebut.

Apalagi sejak kecil, dirinya hidup dann menggunakan seluruh sumber daya yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Lanjut Jadi Menkeu, Utang Jadi PR Sri Mulyani

“Sebagai warga negara yang baik sebagai anak muda yang lahir dari kampung dan cinta kepada negarannya persoalannya bukan siap atau tidak siap. Persoalannya adalah Ibu Pertiwi sudah banyak melahirkan anak-anak muda dan kita bagian anak Ibu Pertiwi sekarang memanggil kita untuk mengabdi. Jadi hukumnya wajib,” jelasnya.

Sebagai informasi, Bahlil Lahadalia menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Keperesidenan, Jakarta. Mantan Ketua Hipmi ini disebut-sebut akan mengisi salah satu jabatan Menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Menurut Bahlil, Presiden Jokowi membicarakan mengenai pemertaan pembangunan ekonomi di seluruh Indonesia. Termasuk diantarannya adalah pembangunan ekonomi di wilayah Indonesia Timur seperti Papua.

“Salah satu diantaranya, kita berbicara tidak spesifik wilayah tapi kita bicara mengenai konteks NKRI secara keseluruhan dari Aceh sampe Papua dan saya pikir daam konteks pemerataan tersebut kawasan timur termasuk salah satu,” jelasnya.

Bahlil menjelaskan, Presiden Joko Widodo juga berharap jika nantinya Bahlil bergabung bisa membantu untuk mendongkrak pertumbuha ekonomi Indonesia. Utamannya dalam membuat para pengusaha kecil menjadi naik kelas.

Karena menurutnya, dengan penciptaan lapangan kerja baru diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru. Dengan adannya lapangan kerja baru maka pendapatan masyarakat juga akan meningkat.

“Diskusinya masih umum saja belum ada sesuatu yang spesifik. Tapi kita saya lebjh banyak mendengar arahan dari pak presiden bagaiman umkm naik kelas penciptaan lapangan kerja, investasi masuk,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini