Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Arus modal asing lebih dari cukup dan posisi cadangan devisa juga lebih dari cukup," kata Perry.
Dengan proyeksi itu semua, Perry meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan terjaga di kisaran 5%. Tepatnya pada angka 5,1% dari target BI yang di kisaran 5%-5,4%.

"Nanti di tahun depan saya dan Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati) upayakan ke 5,3% yang berasal dari konsumsi domestik dan investasi," ujarnya.
Oleh sebab itu, berdasarkan seluruh proyeksi tersebut Perry memastikan kondisi perekonomian nasional masih cukup baik di tengah kondisi gejolak ekonomi global. "Kami kerja keras, kami yakini stabilitas keuangan kuat. Kita harus pastikan itu," tutupnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.