Laba Astra International Turun 7% Jadi Rp15,87 Triliun pada Kuartal III-2019

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 31 Oktober 2019 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 31 278 2124237 laba-astra-international-turun-7-jadi-rp15-87-triliun-pada-kuartal-iii-2019-IfEcOIyOJU.jpg Automotif (Okezone)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,87 triliun. Laba tersebut turun 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp17,07 triliun.

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (31/10/2019), penurunan laba tersebut dikarenakan turunnya kontirbusi dari divisi otomotif dan agri bisnis. Di mana penurunan tersebut lebih besar daripada peningkatan kontribusi dari divisi jasa keuangan.

 Baca juga: Astra Sebar Dividen Rp57 per Saham pada 30 Oktober

"Sementara pencapaian kinerja tahunan Grup diperkirakan masih akan diuntungkan oleh peningkatan kinerja dari bisnis jasa keuangan dan kontribusi dari tambang emas yang baru diakuisisi, tantangan atas konsumsi domestik yang lemah dan harga komoditas yang rendah masih tetap perlu diwaspadai," ujar Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto.

 Astra

Sementara itu, Pendapatan bersih konsolidasian Grup selama periode ini meningkat 1% menjadi Rp177,0 triliun, yang terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi, divisi jasa keuangan, serta divisi infrastruktur dan logistik. Kenaikan tersebut lebih besar dari penurunan pada divisi otomotif dan agribisnis.

 Baca juga: Penjualan Mobil Turun, Laba Bersih Astra Tergerus 6% Jadi Rp9,8 Triliun

Utang bersih, di luar Grup anak perusahaan jasa keuangan, mencapai Rp17,7 triliun pada 30 September 2019, dibandingkan dengan Rp13,0 triliun pada akhir tahun 2018. Hal ini terutama disebabkan oleh investasi Grup pada jalan tol baru dan Gojek serta belanja modal pada bisnis kontraktor penambangan. Anak perusahaan Grup segmen jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,1 triliun pada 30 September 2019, dibandingkan dengan Rp47,7 triliun pada akhir tahun 2018.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini