nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Edhy Prabowo Jadi Menteri KKP, Bukan Ahli Perikanan hingga Siap Mundur

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 06:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 01 320 2124509 fakta-edhy-prabowo-jadi-menteri-kkp-bukan-ahli-perikanan-hingga-siap-mundur-rh3swhOn2L.jpg Menteri KKP Edhy Prabowo. (Foto: Okezone.com/Taufik)

JAKARTA - Politikus asal Gerindra Edhy Prabowo secara resmi telah menggeser posisi Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Maju era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, Susi yang menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja I tidak dipilih kembali.

Sejak awal, dirinya selalu dikaitkan menjadi Menteri Pertanian (Mentan). Bahkan, ketika Edhy dipanggil ke Istana oleh Presiden Jokowi, banyak pihak yang semakin yakin kalau Dia akan menjadi menteri di bidang ekonomi, yakni Mentan.

Baca Juga: Seminggu Jadi Menteri, Edhy Prabowo Perbaiki Komunikasi dengan Nelayan

Ternyata, Edhy ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Menurut Kamar Dagang dan Industri (Kadin), khusus untuk terpilihnya Edhy Prabowo masuk dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan membawa harapan baru bagi dunia usaha di sektor itu. Kadin menilai sosok Edhy cukup mumpuni diberikan amanat memajukan sektor perikanan nasional.

“Sewaktu menjadi anggota dewan, beliau yang menangani perikanan dan pertanian di Komisi IV DPR RI. Tentu beliau paham betul dengan kebijakan-kebijakan seperti apa untuk memajukan industri perikanan,” ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dalam keterangan tertulisnya.

Menteri KKP Edhy Prabowo

Meski demikian, Edhy bersedia mundur jika kinerjanya di sektor tersebut buruk. Apalagi, Dia harus bisa melampaui kinerja Menteri KKP sebelumnya yang berhasil mencuri hati masyarakat. Dirangkum dari Okezone, Jumat (1/11/2019), berikut beberapa fakta menarik seputar Edhy Prabowo, mulai dari bersedia mundur hingga mendapatkan karangan bunga.

1. Dapat karangan bunga

Susi Pudjiastuti melakukan upacara serah terima jabatan (sertijab) kepada Edhy Prabowo di Ballrom Gedung Mina Bahari III KKP Jakarta. Ratusan karyawan KKP turut hadir dalam sertijab tersebut.

Baca Juga: Jadi Menperin, Agus Gumiwang: Tunggu Pengumuman Pak Presiden Jokowi Besok

Pada pintu masuk Gedung Mina Bahari III, terpampang sebuah karangan bunga berupa ucapan selamat yang ditunjukkan kepada Edhy Prabowo yang dikirim langsung oleh Susi Pudjiastuti.

2. Siap mundur

Dalam dialog dengan nelayan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Edhy menegaskan bahwa dirinya siap mundur dari jabatan Menteri KKP, apabila tidak sanggup lagi menjalankan tugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Khususnya menyelesaikan masalah para nelayan.

"Kalau saya emang tak sanggup. Saya akan mundur. Tapi saya usahakan dulu menjalankan tugas di KKP. Tapi saya yakin akan terus menyelesaikan masalah bagi nelayan ini," ujar dia di lokasi.

3. Minta untuk tidak dipandang sebagai menteri

Dalam kunjungan perdana Edhy Prabowo untuk berdialog bersama nelayan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Dia meminta kepada para nelayan untuk tidak memandangnya sebagai menteri. Namun, Edhy berharap para nelayan tidak sungkan untuk mengadu kepadanya.

"Jadi saya harapkan kunjungan perdana dan bukan terakhir. Jangan lihat saya sebagai menteri, lihatlah saya sebagai orang di mana untuk mengadu," kata dia.

4. Tidak mau asal menenggelamkan kapal

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku akan meneruskan kebijakan menteri sebelumnya yang sudah baik, yakni penenggelaman kapal. Namun demikian, Edhy akan mencermati seluruh masukan yang ada terkait kebijakan tersebut.

"Penenggelaman kapal itu kan saya pikir selama itu baik, kita teruskan. Tapi, jangan asal menenggelamkan. Karena ada masukan, kita harus lihat semua," kata Edhy usai dilantik di Istana Merdeka, Jakarta.

5. Mengaku lebih suka cari solusi dibanding sensasi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan tidak pernah melarang penenggelaman kapal. Namun yang mesti digarisbawahi, penenggelaman kapal jangan untuk sekadar mencari sensasi, melainkan juga mencari jalan keluar.

"Ya kita kan tidak pernah melarang, tapi harus kita ingat juga jangan asal menenggelamkan bukan untuk mencari sensasi. Kita mau cari jalan keluar. Saya mengawasi selama Ketua Komisi IV (DPR) dan saya lihat kebijakannya sangat bagus," tuturnya.

6. Tidak terlalu ahli di bisnis perikanan

Menteri Edhy langsung menemui para nelayan dan memperkenalkan dirinya sebagai Menteri KKP yang baru. Dirinya juga menyampaikan bahwa menerima saran dari berbagai pihak mengenai perikanan dan kelautan.

"Saya atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan perikanan. Saya tidak banyak mengenal tentang bisnis perikanan. Tapi hati saya semangat saya ingin membela nasib nelayan," ujar dia.

7. Perbaiki komunikasi demi kinerjanya

Hampir satu minggu Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bekerja menggantikan Susi Pudjiastuti. Menteri Edhy pun membeberkan kinerjanya selama kurang lebih satu minggu tersebut.

Menurutnya ada beberapa yang harus diperbaiki di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Jadi yang harus diperbaiki yakni, komunikasi dengan nelayan. Komunikasi dengan internal saya. Yakni dengan hampir 2.000 pegawai PNS KKP. Saya antusias, mereka memberi kesempatan kepada saya," ujar dia di Pelabuhan Muara Angke.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini