nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teten Masduki Sebut KUR-LPDB Belum Bisa Bikin 62,9 Juta UMKM Berkembang

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 01 November 2019 15:54 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 01 320 2124624 teten-masduki-sebut-kur-lpdb-belum-bisa-bikin-62-9-juta-umkm-berkembang-emrncDaAXI.jpg Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai skema pembiayaan bagi UMKM yang jumlahnya mencapai 62,9 juta masih belum maksimal. Meskipun saat ini sudah ada skim pendanaan buat UMKM seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) maupun LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir).

Oleh karena itu, kata Teten diperlukan sistem yang lebih efisien dan masif sehingga dampaknya akan terasa bagi UMKM yang jumlahnya puluhan juta itu. Teten pun merangkul semua pihak seperti OJK dan perbankan, usaha besar dan kementerian terkait untuk mewujudkan sistem yang terintegrasi baik dari segi avalis atau pendanaan, kualitas dan kontinuitas produk sampai pemasarannya.

Baca Juga: Ingin Brand UKM Sekaliber Google hingga Apple Tapi Dana Terbatas, Ini 5 Tipsnya

"Pendanaan macam KUR itu kan satu per satu debitur, jadi istilahnya kurang nendang bagi UMKM. Jadi saya lagi desain bagaimana Kemenkop dan UKM bisa mensupport semua itu UMKM. Saya ingin ada agregasi dalam menangani UMKM ini sehingga UMKM tidak hanya stagnan, bisa naik kelas. Saya juga harus tumbuhkan bibit wirausaha baru. kalau orang mau usaha pasti dari start- up, karena rasio wirausaha kita juga masih kecil," ujar Teten, dalam keterangannya, Jumat (1/11/2019).

Menkop UKM Teten Masduki

Teten menjelaskan, puluhan juta UMKM itu nanti diwujudkan dalam kluster- kluster berdasarkan produksinya seperti pangan, hasil laut, pertanian, kuliner, garmen sampai kerajinan.

Baca Juga: Apa Bedanya UMKM dengan Startup? Temukan Jawabannya di Sini

"Saya punya modal tanah yang luas, 12,7 juta hektare untuk petani yaitu program tanah kehutanan sosial. Nanti misalnya 200 hektare digarap petani untuk produksi buah untuk ekspor, maka petani petani itu sudah menjadi usaha besar atau naik kelas, tinggal saya bekerjasama dengan usaha besar sebagai offtaker nya," kata Teten.

Di sisi lain, Teten meminta Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia untuk lebih banyak menyerap produk UMKM, tentunya yang berkualitas dan memenuhi standar pasar.

" Para UMKM ini kan rata-rata tidak memiliki toko. Mereka baru sedikit tertolong dengan adanya online, namun mereka masih tetap membutuhkan offline," kata Teten.

Teten meminta produk-produk UMKM jangan hanya dipajang di tempat-tempat yang kurang strategis, namun ditempatkan di etalase premium di mall atau pusat perbelanjaan.

"Untuk pasar luar negeri, pemerintah juga akan membantu UMKM dengan menyediakan warehouse di luar negeri yang bisa di sewa UMKM dengan biaya murah. Ini sudah dilakukan Thailand dalam menaik kelaskan UMKM di negara itu," kata Teten.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini