nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rendahnya Suku Bunga Belum Mampu Dongkrak Pertumbuhan Kredit

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 November 2019 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 04 320 2125678 rendahnya-suku-bunga-belum-mampu-dongkrak-pertumbuhan-kredit-3FtwA0hWPO.jpg Grafik Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 1% sejak Juli hingga Oktober 2019. Hanya saja, pelonggaran kebijakan tersebut belum cukup untuk tumbuhkan kredit perbankan.

Baca Juga: Ini Penyebab Kredit Bermasalah Jasa Konstruksi Meningkat

Komisaris Independen PT Bank Central Asia Tbk Raden Pardede mengatakan, penurunan suku bunga BI belum cukup tumbuhkan kredit perbankan, dikarenakan perkembangan ekonomi global yang berpengaruh pada pelambatan ekonomi Indonesia.

"Jadi adanya perlambatan ini, jelas terlihat di sektor consumer, retail, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang mengesahkan adanya pelemahan di aktifitas ekonomi," ujar dia di Gedung BEI, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Grafik Ekonomi

Menurutnya, BI sudah melakukan usaha untuk memajukan ekonomi dengan melonggarkan suku bunga dan syarat-syarat makro prudensial. Dan juga Giro Wajib Minimum (GWM) diturunkan agar permintaan terhadap kredit akan naik.

"Tapi so far kita belum melihat pertumbuhan (kredit) yang meningkat," ungkap dia.

Baca Juga: Kredit Bermasalah Naik, OJK: Itu Hanya Sementara

Menurut dia, penyaluran kredit terhambat oleh tingginya Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di level 94%. Pengetatan likuiditas ini membuat perbankan lambat menyalurkan kreditnya.

"Kita ketahui, ekonomi akan sangat berpengaruh dari perlambatan dana pihak ketiga. Oleh karena itu, pertumbuhan kredit akan melambat," tutur dia.

Selain itu, lanjut dia, kebijakan-kebijakan yang dibuat BI belum bisa menggerakkan ekonomi, sebab ada penurunan permintaan domestik. Saat ini pasar tengah dilanda kekhawatiran akibat faktor eksternal dan internal yang membuat pasar menunda investasi dan konsumsinya.

"Kalau permintaan terhadap barang tidak ada, terus ngapain orang investasi. Itulah kejadian yang sekarang," pungkas dia.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selama Juli hingga September perbankan baru menurunkan suku bunga deposito 26 bps bahkan suku bunga kredit baru turun 8 bps. Hal ini membuat pertumbuhan penyaluran kredit melambat.

"Perbankan memang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan suku bunganya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini