Guyana siap memulai produk minyak bulan depan, sebuah prospek yang diyakini para analis akan transformatif untuk kemakmuran ekonomi di satu-satunya negara berbahasa inggris di Amerika Selatan.
Namun Hidalgo menggambarkan proyeksi IMF sangat ambsius mencatat bahwa itu mungkin perkiraan ekonomi tahunan tertinggi yang pernah diprediksi oleh lembaga pemberi pinjaman krisis global.
Itu karena pemerintah negara masih sementara sampai pemilihan diadakan pada bulan Maret, berarti saat ini tidak dapat melewati anggaran untuk tahun 2020.
Selain kurangnya peraturan perundang-undangan di negara ini, Hidalgo mengatakan kemungkinan penundaan proyek dan tidak adanya pembayaran di sektor infrastruktur juga dapat mengancam perkiraan IMF.
Dibandingkan dengan prediksi IMF bahwa Guyana akan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 86% tahun depan. IHS Markit percaya ketidakstabilan politik di negara itu membuat kemungkin ekonomi negara itu akan berkembang sekitar 30%.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.