nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perintah Presiden Jokowi ke Bankir: Turunkan Bunga Kredit

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 12:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 320 2126398 perintah-presiden-jokowi-ke-bankir-turunkan-bunga-kredit-A37y6aZBuX.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perbankan nasional untuk segera merespons kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dengan menurunkan suku bunga kredit. Hal ini untuk memberikan stimulus pada perekonomian Indonesia agar bergerak lebih cepat.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi kepada ratusan bankir yang hadir dalam acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Baca Juga: Sederet Tantangan Sektor Perbankan di Kabinet Jokowi-Ma'ruf, Apa Saja?

"Saya mengajak untuk memikirkan secara serius untuk menurunkan suku bunga kredit," ujarnya saat membuka IBEX 2019.

Menurutnya, suku bunga kredit yang rendah sangat dibutuhkan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis. Sehingga, ketika bisnis semakin bergerak maka perekonomian dalam negeri juga semakin terdorong.

Jokowi

Saat ini, suku bunga kredit di Indonesia yang berkisar 10%-11% masih jauh lebih tinggi bila dibandingkan negara-negara tetangga, seperti Thailand yang hanya 7%.

"Negara lain sudah turun, turun, turun, kita BI-rate sudah turun, bank-nya belum. Ini saya tunggu," kata dia.

Sebelumnya, BI telah empat kali mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga acuan sejak Juli hingga Oktober 2019 sebesar 100 basis point (bps) atau 1%. Sehingga kini suku bunga acuan berada di level 5%.

Jokowi

Gubernur BI Perry Warjiyo juga pernah menyampaikan hal yang sama, yakni meminta perbankan segera menurunkan suku bunga kredit mengikuti besaran penurunan suku bunga acuan. Lantaran, hingga September 2019 bunga kredit baru turun 8 bps.

"Kami harapkan bank-bank juga akan menurunkan suku bunga deposito dan kreditnya, sehingga bisa mendorong penyaluran kredit. Meskipun kami paham ini memerlukan waktu, tapi jangan lama-lama," ujar Perry di Kantor Pusat BI, Jakarta, Kamis, (19/9/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini