nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Dibuka Menguat saat China Beri Sinyal Hapus Tarif Secara Bertahap

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 07 November 2019 20:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 07 278 2127129 wall-street-dibuka-menguat-saat-china-beri-sinyal-hapus-tarif-secara-bertahap-Hlj5klb0IN.jpg Wall Street (Reuters)

NEW YORK - Wall Street Dibuka melonjak pada perdagangan hari ini. Hal tersebut ditopang akan optimisme berakhirnya perang dagang China dan AS.

Melansir Reuters, New York, Kamis (7/11/2019), Dow Jones dibuka naik 131 poin atau 0,48% serta S&P 500 naik 10,75 poin atau 0,35%. Sedangkan Nasdaq naik 35,75 poin atau 0,44%.

 Baca juga: Dolar AS Melemah, Investor Tunggu Hasil Perdagangan AS-China

Indeks acuan S&P 500 sedang mengincar kenaikan kelima minggu berturut-turut, sementara Nasdaq dipadati perusahaan teknologi akan mencatat kenaikan enam minggu.

Sentimen positif berasal dari China, di mana mengatakan pihaknya telah sepakat dengan Amerika Serikat untuk menghapus tarif secara bertahap. Sementara Xinhua News Agency milik negara mengatakan Beijing juga mempertimbangkan penghapusan pembatasan impor unggas.

 Baca juga: Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Laporan Emiten di Atas Ekspektasi

Industrial-sensitif 3M Co (MMM.N) dan Caterpillar Inc (CAT.N) naik hampir 1% dalam perdagangan premarket. Pembuat chip dengan eksposur yang cukup besar ke China, termasuk Intel Corp (INTC.O), Micron Technology (MU.O) dan Nvidia Corp (NVDA.O), naik antara 1,7% dan 2%.

Salah satu pendukung sektor teknologi adalah kenaikan 6,1% saham Qualcomm Inc (QCOM.O). Di mana, setelah pembuat chip memperkirakan laba kuartal saat ini di atas perkiraan analis.

 Baca juga: Investor Hati-Hati Kesepakatan Dagang AS-China, Wall Street Bervariasi

Expedia Group Inc (EXPE.O) turun 13,2% karena perusahaan pemesanan perjalanan online melewatkan estimasi laba triwulanan.

Roku Inc (ROKU.O) jatuh 14,5% setelah membukukan kerugian bersih yang lebih besar pada kuartal ketiga, karena menghabiskan lebih banyak untuk menarik pelanggan ke platform streaming video.

Twitter Inc (TWTR.N) turun 1,4% setelah Evercore ISI menurunkan peringkat menjadi "berkinerja buruk" dari "in-line".

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini