nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Defisit Anggaran AS Membengkak, Tembus USD1 Triliun

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 14:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 14 20 2129776 defisit-anggaran-as-membengkak-tembus-usd1-triliun-zg5L5DnNrB.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Defisit anggaran AS terus membengkak sejak awal tahun. Hal ini disebabkan pengeluaran pemerintah melampaui pendapatan, walaupun pertumbuhan ekonomi tetap kuat.

Departemen Keuangan mengatakan, kesenjangan antara pengeluaran dan penerimaan tumbuh sebesar 34% dari tahun sebelumnya, menjadi USD134 miliar setara Rp1,8 kuadriliun (kurs Rp14.095) pada Oktober. Ini membawa defisit di atas USD1 triliun dalam 12 bulan.

Baca juga: The Fed Perkirakan AS Tak Akan Alami Resesi

Melansir Businessinsider, penerimaan bulan lalu turun sekitar 3% dari tahun lalu menjadi USD246 miliar. Sedangkan pengeluaran meningkat 8% menjadi USD380 miliar.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan bahwa kondisi ini akan merusak kemampuan negara untuk melawan resesi.

"Bahkan dengan tarif yang lebih rendah dan pertumbuhan yang baik, masih akan ada kebutuhan untuk mengurangi defisit ini," kata Powell. "Jika kita tidak melakukannya, yang terjadi adalah anak-anak kita akan menghabiskan uang pajak mereka untuk membayar sesuatu yang mereka butuhkan," tambahnya.

donald

Kesepakatan anggaran bipartisan yang ditandatangani Presiden Donald Trump mengangkat pagu utang dan meningkatkan pengeluaran sekitar USD320 miliar pada Agustus ini. Menurut Komite Responsible Federal Budget, ini bisa mencapai peningkatan pendapatan sebesar USD1,7 triliun pada tingkat utang yang diproyeksikan selama dekade berikutnya.

Dengan pertumbuhan yang diperkirakan melambat dalam beberapa bulan mendatang, defisit diproyeksi akan makin membengkak.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini