nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemindahan Ibu Kota, Jakarta Dirancang seperti New York

Adhyasta Dirgantara, Jurnalis · Kamis 14 November 2019 11:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 14 470 2129703 pemindahan-ibu-kota-jakarta-dirancang-seperti-new-york-qHp3WttAGd.jpg Gedung Pencakar Langit di Jakarta. (Foto: Okezone.com/Dyas)

JAKARTA - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Andrinof Chaniago mengungkapkan, rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan sudah dirancang sejak 2008. Kala itu, Andrinof mengaku bekerja bersama tim-tim yang berpikir ke depan untuk mengatasi masalah di Indonesia.

"Salah satu rekomendasi sejak 2008 itu memindahkan ibu kota ke Kalimantan. Ini diisi oleh tim-tim yang saat itu berpikir prospek panjang. Ini adalah solusi untuk mengatasi masalah-masalah kita ke depan," ungkap Andrinof di Hotel Redtop, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Kementerian PUPR Jadi yang Pertama Pindah ke Ibu Kota Baru

Menurutnya, Pulau Jawa sudah tidak sanggup lagi menampung masyarakat yang membludak di pulau tersebut. Maka dari itu disarankan untuk menjadikan Jakarta sebagai kota bisnis saja, bukan pusat pemerintahan.

Komik Ibu Kota Pindah

"Jawa tidak akan bisa lagi menampung manusia yang sudah penuh, banjir, kemacetan. Itu menunjukkan ada persoalan struktural yang harus dicari solusinya. Makannya biarkan Jakarta jadi kota bisnis seperti New York di Amerika saja," ujarnya.

Baca Juga: Fakta Ibu Kota Baru Kado untuk Dunia, Harus Bisa Saingi Dubai

Lebih-lebih, Pulau Jawa juga tidak terlepas dari permasalahan lahan yang semakin sempit. Bagaimana tidak, lahan yang subur di Jawa selalu digerus. Sementara itu, Kalimantan menawarkan banyak lahan yang kosong.

"Lahan yang subur di Jawa ini harus dihemat, biar enggak digerus mulu. Di Kalimantan banyak lahan kosong, walaupun kebanyakan gambut. Kemudian Kalimantan itu lebih aman dari gempa, terus bisa diakses dari jalur laut," kata Andrinof.

Meski demikian, Andrinof mengaku sempat kesulitan dalam memilih ibu kota baru di Kalimantan. Tadinya, pilihan jatuh ke Palangkaraya. Namun, setelah dikaji ternyata tidak sesuai.

"Kita tidak pernah rekomendasikan Palangkaraya karena tidak layak. Maka dari itu kita minta solusi lain di Kalteng apakah ada yang lebih layak daerahnya dari Palangkaraya," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini