nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kalahkan Apple, Saudi Aramco Jadi Perusahaan Termahal di Dunia

Fabbiola Irawan, Jurnalis · Selasa 19 November 2019 15:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 19 278 2131787 kalahkan-apple-saudi-aramco-jadi-perusahaan-termahal-di-dunia-f4fY0aaBrA.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA – Saudi Aramco resmi melepaskan sahamnya ke publik dan menjadikan perusahaan tersebut sebagai raksasa minyak. Valuasi Aramco bernilai USD1,7 triliun setara Rp23,8 kuadriliun atau Rp23.800 triliun (kurs Rp14.036).

Pihak Saudi Aramco mengatakan tujuannya untuk menjual saham hanya sekitar 1,5% dari 200 miliar sahamnya dalam privatisasi parsial untuk masing-masing antara 30 riyal ( USD8 atau Rp112.000) dan 32 riyal (USD8,53 atau Rp119.000).

 Baca juga: Saudi Aramco IPO pada 17 November 2019

Oleh sebab itu, IPO ini membuat Aramco menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia. Di mana sahamnya bernilai antara 6 triliun riyal (USD1,6 triliun atau Rp22.000 triliun) dan 6,4 triliun riyal (USD1,7 triliun atau Rp23 ribu triliun). Dengan nilai super fantastis itu, Saudi Aramco menjadi perusahaan paling kaya, mengalahkan Apple (AAPL).

 Saudi Aramco

Tidak hanya menyabet gelar sebagai perusahaan terkaya, Aramco juga mencapai penjualan saham harga lebih tinggi, naik menjadi USD25 miliar atau Rp35 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Hal itu membuat Aramco mengalahkan debut saham Alibaba (BABA) pada 2014 di New York Stock Exchange menjadi IPO terbesar di dunia.

 Baca juga: Perdana di BEI, Saham Ginting Jaya Energi Naik 22,2%

Mengutip CNN, Selasa (19/11/2019), Saudi Aramco menjual sahamnya pertama kali sebagai bagian dari rencana diversifikasi ekonomi yang bertujuan untuk menghentikan monopoli kerajaan dari minyak.

Aramco memiliki cadangan minyak yang besar dan hasil harian yang besar pula. Perusahaan ini memegang monopoli di Arab Saudi, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia. Itu menghasilkan USD111 miliar laba pada tahun 2018, dan telah berjanji untuk membayar dividen tahunan sebesar USD75 miliar hingga 2024.

 Baca juga: Saudi Aramco IPO pada 17 November 2019

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dilaporkan mencari dana untuk Aramco mendekati USD2 triliun. Tetapi melihat harga minyak yang rendah, krisis iklim dan risiko geopolitik telah menimbulkan keraguan di kalangan investor internasional. Hingga 0,5% dari perusahaan akan dijual kepada individu, dengan sisanya ditawarkan kepada investor di perusahaan.

Aramco mungkin sangat bergantung pada keluarga yang kaya raya, dana kekayaan negara yang simpatik, atau pelanggan besar seperti China yang mendaftar untuk membeli saham.

Harga untuk saham akan ditetapkan pada 5 Desember, dengan perdagangan di bursa saham Saudi diperkirakan akan dimulai akhir bulan itu, menurut keterangan tertulis Aramco.

Pihak terkemuka Wall Street menyarankan Arab Saudi tentang privatisasi, meskipun ada tekanan dari aktivis yang mengatakan membiayai perusahaan bahan bakar fosil akan memperburuk krisis iklim. Mereka juga mendesak bank untuk tidak melakukan bisnis dengan kerajaan karena catatan hak asasi manusianya, termasuk pembunuhan brutal kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi.

Sebagai informasi, Aramco mendaftarkan Bank of America (BAC), Goldman Sachs (GS), JPMorgan (JPM), Citigroup (C), Credit Suisse (CS), Morgan Stanley (MS) dan HSBC (HBCYF) sebagai penasihat keuangan bersama dalam transaksi tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini