nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Ibu Kota Baru, Ini Alasan Istana Kepresidenan Dibangun di Sepaku

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 November 2019 14:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 20 470 2132229 soal-ibu-kota-baru-ini-alasan-istana-kepresidenan-dibangun-di-sepaku-tt3T8Tn74A.jpg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan bocoran mengenai pembangunan ibu kota baru. Di mana yang akan dibangun terlebih dahulu adalah pembangunan istana kepresidenan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumhan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, istana kepresidenan akan dibangun terlebih dahulu. Adapun letaknya berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

 Baca juga: Ibu Kota Pindah, Gubernur Anies Minta Jakarta Difasilitasi Jadi Pusat Bisnis

Asal tahu saja, Kecamatan Sepaku memiliki populasi 31.814 pada tahun 2018 dengan kepadatan penduduk 27,14 jiwa per km persegi. Adapun kecamatan ini didukung oleh 11 desan dan 4 kelurahan.

 Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

"Kira-kira di situ (sepaku) kawasanya (istana kepresidenan)," ujarnya saat ditemui di Komplek DPR, Jakarta, Selasa (20/11/2019).

 Baca juga: Kepala Bappenas-Gubernur Anies Bahas Ibu Kota, Terungkap Peluang Growth Pole

Menurut Basuki, alasan mengapa daerah tersebut akan dipilih sebagai istana kepresidenan karena letaknya yang bebas daritambang batu bara. Sehingga, dimungkinkan untuk membangun Istana Kepresidenan.

Menurutnya, sesuai dengan penelitian lokasi tambang batu bara itu berada di timur daerah tersebut. Sementara daerah yang akan dibangun saat pemerintahan relatif aman dari tambang batu bara.

 Baca juga: Luhut hingga Anies Datangi Kementerian PPN, Ada Apa?

"Saya kira sesuai dengan penelitian kami dengan Bappenas yang mengandung batu bara bukan di situ tapi sebelah timur," ucapnya.

Asal tahu saja, nantinya ibu kota baru itu akan dibangun di tanah seluas 4.000 hektare (ha). Sementara total luas lahan ibu kota baru sekitar 40 ribu hektare (ha).

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan lahan untuk ibu kota baru. Karena tingga 20% lahan milik warga yang akan dibebaskan sementara 80% sisanya merupakan lahan milik negara yang diberikan kepada pengusaha dengan status Hutan Tanaman Industri (HTI)

Selain pusat pemerintahan, ibu kota baru juga akan dibangun seperti universitas, hotel, museum hingga klinik rumah sakit. Hal ini sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini