Share

Star Wars dan Frozen Jadi Tumpuan Perusahaan Mainan Ini

Maylisda Frisca Elenor Solagracia, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 22 320 2133228 star-wars-dan-frozen-jadi-tumpuan-perusahaan-mainan-ini-qyuso3rWYw.jpg Frozen 2 (Foto: Ist)

JAKARTA - Dua film paling sukses besutan Disney segera tayang di bioskop dalam waktu dekat.

Sehubungan dengan hal itu, perusahaan pembuat mainan asal Amerika Serikat (AS), Hasbro berharap masyarakat luas membeli sebanyak mungkin mainan, patung ataupun game bernuansa Frozen maupun Star Wars yang mereka buat untuk mendapatkan keuntungan pada musim liburan ini.

Tercatat, Frozen 2 tayang di bioskop secara serentak pada hari ini, Jumat 22 November 2019. Sedangkan film lainnya Star Wars: Rise of Skywalker akan segera muncul di layar lebar pada 19 Desember 2019. Ini merupakan kesempatan emas bagi Hasbro dan industri mainan lainnya jika mampu menjual mainan berbentuk karakter Frozen 2 maupun Star Wars.

Baca Juga: 6 Mainan Sederhana yang buat Penciptanya Jadi Miliarder

Enam tahun yang lalu, Disney dan Mattel, yang pada saat itu dilisensikan untuk membuat mainan bertemakan Frozen dan Disney Princesses mendapatkan banyak permintaan akan barang mainan Frozen setelah film itu pertama kali diputar di bioskop selama musim liburan 2013.

Terbukti mereka menikmati kesuksesan berkat box office besar tersebut. Hingga saat ini, film Frozen telah menghasilkan lebih dari USD1,2 miliar di seluruh dunia, menjadikannya film animasi terlaris sepanjang masa.

Baca Juga: Toys R Us Bangkit dari Kebangkrutan, Bagaimana Strateginya?

Menurut Analis BMO Capital Markets Gerrick Johnson, pada saat film itu dirilis, pasokan barang dagangan yang terkait dengan Elsa, Anna, dan Olaf di toko-toko seperti Toys R Us gagal memenuhi permintaan, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Tidak ada yang mengira film Frozen akan menjadi sebesar ini," kata Johnson yang dilansir dari CNN Business pada Jumat (22/11/2019).

"Hal ini menyebabkan produk terjual ludes habis pada 2013. Ini benar-benar membutuhkan mereka semua pada 2014 untuk mengejar permintaan yang sangat banyak. Mereka benar-benar menjual lebih banyak barang dagangan terkait 'Frozen' di tahun kedua daripada tahun di mana film tersebut tayang," tambahnya.

 Hasbro

Hasbro mendapatkan lisensi untuk membuat produk mainan Frozen dan Disney Princesses pada tahun 2014. Berdasarkan keterangan dari Variety, perusahaan yang berbasis di Rhode Island tersebut menjadi pembuat eksklusif mainan Disney's Marvel dan Star Wars memperpanjang kontrak dari 2013 hingga 2020.

Hasbro dan Disney telah menantikan rilis Frozen 2 dan film Star Wars selama bertahun-tahun, berharap film ini akan meningkatkan penjualan yang menurun setelah musim liburan tahun 2018.

Mantan raja pengecer mainan AS tersebut mengajukan kebangkrutan pada September 2017 dan menutup semua tokonya pada Juli 2018 sebelum mengumumkan peluncurannya awal tahun ini.

Angka-angka penjualan awal menunjukkan musim liburan ini tampaknya menjadi salah satu yang buruk bagi sebagian besar pengecer. Produk-produk Hasbro yang tidak berlisensi Disney tidak laku.

Hal ini membuat kesuksesan mainan Disney semakin penting bagi Hasbro.

"Sejauh ini penjualan di industri mainan berjalan lambat. Mereka berkinerja buruk hingga saat ini," kata Johnson.

"Setiap hari, kita lebih bergantung pada demam penjualan pasca-Thanksgiving," lanjutnya.

 Frozen

Masalah perang dagang

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Cina juga berdampak negatif pada Hasbro dan industri mainan lainnya yang lebih besar.

Sebelum kebangkrutannya, Toys "R" Us menikmati 15% pangsa pasar mainan AS, menurut laporan dari perusahaan manajemen kekayaan DA Davidson & Co. Pengecer lain, termasuk Macy's, Kohl's dan bahkan Party City, mencoba mengambil mainan kendur di Toys "R" Us 'tidak laku pada musim liburan terakhir, tetapi Walmart, Target, dan Amazon menikmati sebagian besar keuntungan pendapatan, bersama dengan toko khusus mom-and-pop.

Tahun ini, sebagian besar pengecer telah mengurangi jajaran mainan mereka, sebagian besar karena kekhawatiran atas tarif impor Cina, menurut analis industri mainan Davidson & Co. Linda Bolton Weiser.

"Karena ketidakpastian atas tarif, para pengecer ragu untuk membeli," kata Weiser.

"Ini adalah Natal kedua tanpa Toys 'R' Us. Kami pikir semuanya akan lancar. Ini sebenarnya bukan karena masalah tarif yang terjadi," lanjutnya.

China memproduksi 2/3 dari produk Hasbro sebelum tahun 2019. Perusahaan dipaksa untuk membayar tagihan untuk pengiriman dari Cina pada musim gugur ini sebagai akibat dari kekhawatiran tarif sambil menggeser rantai pasokannya ke sumber-sumber domestik, menurut Weiser.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini