Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ditjen Pajak: Shortfall Bakal Lebih dari Rp140 Triliun

Yohana Artha Uly , Jurnalis-Senin, 25 November 2019 |19:09 WIB
Ditjen Pajak: <i>Shortfall</i> Bakal Lebih dari Rp140 Triliun
Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

Tercermin dari data hingga akhir Oktober, laju impor turun 16,39% secara tahunan menjadi sebesar USD14,77 miliar. Padahal, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) impor memberikan kontribusi besar yakni 18% dari penerimaan negara.

 Baca Juga: Insentif Perpajakan, Jokowi: Bisa Berikan Tendangan yang Kuat

"Targetnya PPN impor bisa tumbuh 23% pada tahun ini, tapi sampai dengan Oktober malah jadi tumbuh -7%," katanya.

Serta faktor ketiga adalah harga komoditas yang fluktuatif. Menurutnya, perbaikan harga pada produk kelapa sawit yang saat ini terjadi masih belum bisa mengerek penerimaan negara.

"Perbaikan harga sawit ini baru bisa ditransmisikan ke penerimaan negara di Desember nanti atau tahun depan. Jadi tidak langsung, karena ini berkaitan dengan kontrak pembelian yang sifatnya beberapa bulan," ungkap Yon.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement