nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Rate Sudah Turun 1%, Kok Bunga Bank Belum Turun Juga?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 20:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 27 20 2135218 bi-rate-sudah-turun-1-kok-bunga-bank-belum-turun-juga-WSICUenqGh.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) telah turun 100 basis point (bps) di tahun 2019 menjadi sebesar 5%. Namun, besaran penurunan suku bunga itu ternyata belum tertransmisi ke penurunan suku bunga kredit perbankan.

Hal itu yang juga terjadi pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Menurut Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu, butuh waktu 3-6 bulan sejak kebijakan suku bunga BI diputuskan untuk bisa transmisi ke penurunan bunga kredit perbankan.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta Bankir Bangun Kantor Cabang di Wamena

Tentunya ini akan memakan waktu yang lama, mengingat juga BI melakukan pelonggaran kebijakan moneter tersebut secara bertahap yakni turun 25 bps setiap bulannya.

"Tapi memang market itu turunnya enggak langsung, di Indonesia penyesuaiannya butuh waktu 3-6 bulan, transmisi dari kebijakan BI hingga terasa ke konsumer. Di sisi lain, juga turunnya BI rate kan bertahap 25 bps, enggak langsung (100 bps)," ujarnya dalam konferensi pers di Menara BTN, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

 grafik

Nixon menjelaskan, butuh waktu 3-6 bulan untuk transmisi tersebut dirasakan, dikarenakan adanya deposito berjangka (time deposit) di BTN cukup tebal. Oleh sebab itu, perlu menunggu jatuh tempo deposito untuk bisa melakukan penyesuaian suku bunga deposito ke depannya.

"Jadi kalau kami sudah deal dengan harga tertentu (suku bunga deposito) kemudian tiba-tiba BI rate turun, kan enggak bisa semena-mena kami turunkan, harus sampai kontraktualnya dia jatuh tempo. Itu yang sebabkan kenapa transmisi butuh 3-6 bulan secara rata-rata," jelasnya.

Penurunan suku bunga deposito juga menjadi lebih sulit karena adanya pengetatan likuiditas, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) BTN yang berada di kisaran 94%. Di sisi lain, bank BUKU IV juga masih sangat agresif menarik Dana Pihak Ketiga (DPK), membuat bank BUKU III seperti BTN sulit menambah likuiditasnya.

Dengan demikian, artinya jika suku bunga deposito belum turun, maka bank belum bisa menurunkan suku bunga kreditnya.

 grafik

"Jadi itu yang sebabkan perbankan belum berani secara drastis menurunkan suku bung dananya (deposito). Kalau suku bunga dana enggak bisa turun drastis, maka memang penurunan bunga kreditnya juga sangat bertahap. Itu yang terjadi di market," paparnya.

Oleh sebab itu, Nixon berharap dengan kebijakan makroprudensial BI yakni penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) denominasi Rupiah sebesar 50 bps bisa menambah likuiditas BTN. Kebijakan ini mulai berlaku pada 2 Januari 2020 mendatang.

"Penurunan GWM 50 bps itu buat BTN efeknya tambah likuiditas Rp1,25 triliun di tahun depan," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini