nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Emas Berjangka Melemah Imbas Investor Kembali ke Pasar Modal

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 28 November 2019 08:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 28 320 2135364 harga-emas-berjangka-melemah-imbas-investor-kembali-ke-pasar-modal-03SpsThmDo.jpg Harga Emas (Reuters)

NEW YORK - Harga emas berjangka jatuh pada hari Rabu (28/11/2019) waktu setempat. Hal ini dikarenakan pasar saham semakin membaik dan mencatat rekor baru di AS karena adanya angin segar dari kesepakatan dagang dengan China.

Melansir Reuters, New York (28/11/2019), harga emas di pasar spot turun 0,5% ke USD1.454,41 per ons. Emas berjangka AS menetap 0,5% lebih rendah pada USD1.453 per ons.

Baca juga: Harga Emas Berjangka Naik Tipis

"Mengingat situasinya, pernyataan dari Gedung Putih bahwa kesepakatan perdagangan AS-China mungkin akan segera berlanjut mendorong selera risiko sedikit lebih tinggi," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Harga Emas

Dirinya mengatakan, walaupun melemah tapi ada sedikit minat pada investasi emas untuk lindung nilai. Di mana biaya peluang yang lebih tinggi di emas.

Baca juga: Harga Emas Turun karena Bursa Saham AS dan Dolar Menguat

Wall Street mencapai level rekor baru pada hari Rabu sementara saham dunia hampir mencapai rekor tertinggi dalam sesi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dua ekonomi terbesar dunia berada di "pergolakan akhir" dari penandatanganan kesepakatan perdagangan awal.

Kepercayaan pasar menguat dan investor beralih dari emas yang safe-haven. Tidak adanya tanda-tanda pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut dalam waktu dekat oleh Federal Reserve AS tidak banyak mendukung emas.

Baca juga: Harga Emas Berjangka Tertekan Data Ekonomi

Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari Senin bahwa kebijakan moneter "diposisikan dengan baik" untuk mendukung pasar tenaga kerja AS yang kuat.

Suku bunga yang lebih tinggi mendorong dolar, membuat emas dalam denominasi dolar lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, dan mereka mengurangi minat investor pada emas yang tidak menghasilkan.

Pertumbuhan ekonomi A.S. sedikit meningkat pada kuartal ketiga, bukannya melambat seperti yang dilaporkan sebelumnya, memastikan pasar bahwa ekonomi terbesar dunia itu sehat meskipun ada kekhawatiran akan dampak perang dagang yang telah lama terjadi.

Palladium melonjak 1,1% menjadi USD 1.830,00 per ons, setelah mencapai rekor tertinggi USD1.834,76. Perak turun 0,6% menjadi USD16,96 per ounce serta platinum turun 1,5% menjadi USD893,94.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini