nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Pemilik Saldo ATM di Atas Rp1 Miliar Dikejar Ditjen Pajak, Incar Youtuber Kaya!

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 06:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 11 29 20 2135977 fakta-pemilik-saldo-atm-di-atas-rp1-miliar-dikejar-ditjen-pajak-incar-youtuber-kaya-YxGIAwWT4K.jpg Pajak (Ilustrasi: Reuters)

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengincar para nasabah yang memiliki rekening ‘gendut’. Bahkan Ditjen Pajak memastikan telah mengantongi data para artis hingga youtuber yang memiliki saldo rekening minimal sebesar Rp1 miliar. Seperti diketahui, pamer saldo rekening menjadi tren yang marak dilakukan sejumlah artis dan youtuber saat ini.

Sekedar diketahui, dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Akses Informasi Keuangan Untuk Kepentingan Perpajakan, Ditjen Pajak dapat menerima secara langsung data saldo rekening baik dari perbankan baik mengenai wajib pajak Orang Pribadi (OP) maupun entitas. Di mana, untuk rekening saldo wajib pajak OP ditetapkan minimum Rp1 miliar.

Baca Juga: Tarik Pajak Netflix hingga Google, Sri Mulyani Tunggu Omnibus Law

Berikut adalah fakta-fakta mengenai Ditjen Pajak yang bakal memburu nasabah dengan rekening di atas Rp1 miliar:

1.Data Youtuber dan Artis Kaya

Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Irawan menyatakan, data yang didapatkan tersebut sudah masuk ke Kantor Pajak Pratama (KPP) masing-masing untuk diproses lebih lanjut. Lantaran, para artis dan youtuber tersebut mendapatkan penghasilan di Indonesia.

"Sudah ada (list-nya) di Ditjen Pajakat, sudah masuk ke KPP masing-masing. Pokoknya yang di atas Rp1 miliar kami punya, tapi memang belum semua ada datanya," ujarnya di Kompleks TVRI.

youtube

2. Mengacu Undang-Undang

Dia menjelaskan, Ditjen Pajak akan melakukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. Pada tahap awal akan dilakukan pemeriksaan terkait data nasabah yang telah diterima Ditjen Pajak, yakni memastikan saldo rekening tersebut berasal dari tabungan pada tahun yang sama atau tidak.

"Prosedurnya sama, kami akan analisis datanya dahulu, apakah saldo tabungannya itu penghasilan di tahun yang sama semua atau tidak, dan apakah sudah dilaporkan di SPT-nya apa belum," katanya.

Irawan menyatakan, jika didapatkan data yang memang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku maka akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan para artis dan youtuber tahu soal tanggung jawabnya dalam membayar pajak.

"Kami nanti sosialisasi dulu. Enggak langsung diperiksa, tapi kami lebih ke pada cek lagi SPT-nya, ada penghasilan belum dilaporkan apa gimana," kata dia.

3. Fenomena Artis Pamer Saldo Rekening 

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) turut memberi perhatian terkait fenomena artis dan youtuber yang memamerkan saldo rekening. Oleh sebab itu, Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo menekankan, untuk artis dan youtuber memenuhi tanggung jawabnya sebagai wajib pajak.

Dia menyatakan, pemerintah tak pandang bulu dalam menarik pungutan pajak. Menurutnya, warga Indonesia yang memiliki penghasilan di dalam negeri dan jumlahnya di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) atau di atas Rp54 juta per bulan, maka wajib membayar pajak.

"Kalau mereka tinggal di Indonesia, baik jadi youtuber, penjual online, hingga penjual di pasar, kalau mendapatkan penghasilan di Indonesia dan di atas PTKP maka wajib hukumnya untuk dia membayar Pajak Penghasilan (PPh) secara self assassment," ungkap Suryo dalam diskusi mengenai pajak di Komplek TVRI.

youtube

4. Pajak Youtuber

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2017 Lembaga Jasa Keuangan diharuskan mengirimkan laporan paling lama 4 bulan setelah akhir tahun kalender. Serta diatur data rekening keuangan wajib pajak OP dengan saldo minimum Rp1 miliar, sedangkan untuk entitas tidak terdapat batasan saldo.

"Baik youtuber hingga penjual online itu kan pekerjaan cara mendapatkan penghasilan, nanti penghasilannya itu pun akan berkumpul ke rekening dia (maka akan didapatkan datanya oleh Ditjen Pajak)," katanya.

Oleh sebab itu, Suryo memastikan jika wajib pajak tersebut tidak menyetorkan kewajibannya membayar pajak maka akan mendapat teguran dari Ditjen Pajak. "Kalau tidak setor bisa dilihat di data Pak Irawan (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan) ada atau tidak. Jadi youtuber penanganannya sama seperti lainnya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini