nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

28 Proyek Belt and Road Initiative Ditawarkan ke China

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 11:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 04 320 2137759 28-proyek-belt-and-road-initiative-ditawarkan-ke-china-oeisCDTlqR.jpg Kerjasama Perdagangan. (Foto: Okezone.com/Shuttertock)

JAKARTA — Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjajakan investasi di Kota Chongqing, Provinsi Sichuan, China senilai USD91,1 miliar yang termasuk dalam Belt and Road Initiative (BRI).

“Ini peluang yang baik bagi investor di sini (Chongqing). Sebab, Indonesia saat ini mengembangkan BRI,” ujar Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Ikmal Lukman di depan 100 pengusaha dan investor di Provinsi Chongqing, pada Indonesia-China (Chongqing) Business Forum on Trade, Tourism, and Investment, yang digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing bersama dengan Kementerian Perdagangan, Rabu (12/4/2019).

Baca Juga: Ini Identitas 2 Anggota TNI Korban Ledakan Granat di Monas

Acara tersebut dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Djauhari Oratmangun dan Wakil Wali Kota Chongqing Li Bo. Hadir pula sejumlah perwakilan dan CEO sejumlah perusahaan kakap di RRT. Dari BKPM, selain Deputi Bidang Perencanaan, hadir pula Anggota Komite Investasi Umar Lessy dan Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi Rizal Calvary Marimbo.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Perencanaan menyebutkan terdapat 28 proyek peluang investasi yang tersebar di Sumatera Utara senilai USD17,3 miliar, di Sulawesi Utara USD2,6 miliar, Kalimantan Utara USD41,6 miliar dan sebesar USD8 miliar di Bali. “Nilai ini belum termasuk 8 proyek lainnya yang tidak berlokasi dalam koridor BRI sebesar USD21,6 miliar,” ujar Ikmal. Ditambahkan juga olehnya, ”Termasuk di dalamnya tiga proyek pariwisata dan kawasan industri di Sulawesi Utara serta satu proyek pengembangan Tech Park di Bali”.

Rupiah

Pihaknya yakin investasi RRT akan tumbuh dengan baik ke depan. “Apalagi kedua negara bekerja sama membangun dalam konteks BRI,” pungkas Ikmal. Investasi RRT di Indonesia masuk ke sektor sekunder metal elektronika, kelistrikan, gas, air, transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi. Dia berharap agar investasi RRT kian meluas ke luar Pulau Jawa. Khususnya, investasi baterai untuk mobil listrik di Morowali, Sulawesi Tengah.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini