nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada BUMN yang Ganjal Swasta Jual Avtur?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 06 Desember 2019 18:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 06 320 2138885 ada-bumn-yang-ganjal-swasta-jual-avtur-Tg9Z5vu2ao.jpeg Avtur (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebut, ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengganjal perusahaan swasta untuk bisa menjual avtur di Indonesia. Selama ini, bahan bakar pesawat itu hanya didistribusikan oleh PT Pertamina (Persero).

"Jadi memang selama ini yang saya lihat ada yang mengganjal, pihak BUMN-nya ini yang mengganjal semuanya," kata dia ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga: Batal Bahas Harga Avtur, Luhut Gelar Pertemuan dengan Petinggi Golkar

Padahal, lanjut Hariyadi, sudah ada perusahaan swasta yang siap menjadi penyalur avtur sejak isu ini dibuka pemerintah pada awal tahun 2018. Perusahaan itu yakni PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum.

Sayangnya rencana itu selalu tertunda. Monopoli penjualan avtur, kata dia, membuat Pertamina bisa menetapkan harga yang tidak kompetitif. Ujung-ujungnya berimbas pada harga tiket pesawat yang mahal.

 avtur

"Mesti ada kompetisinya dong. Waktu itu saya dengar dari AKR kalau dia nanti sudah beroperasi harganya bakal kompetitif. Harga kompetitif itu bagus juga untuk penerbangan," jelas dia.

Harga avtur yang kompetitif itu diharapkan bisa menjadi komponen yang menekan tingginya harga tiket pesawat. Sebab, tarif penerbangan yang mahal sangat berimbas pada sektor pariwisata dalam negeri, masyarakat memilih untuk mengurangi perjalanan.

 Baca Juga: Avtur Mahal, Menko Luhut Ancam Hadirkan Pesaing untuk Pertamina

Hariyadi pun berharap dengan kepemimpinan baru di Kementerian BUMN dapat mengubah kebijakan untuk lebih kompetitif, khususnya dalam penjualan avtur.

"Seperti Menhub itu sudah tidak ada masalah (swasta jual avtur), hanya ada BUMN yang mengganjal. Sekarang menteri sudah ganti, dengan adanya Pak Erick (Menteri BUMN) akan banyak perubahan. Kami lebih optimis dibanding kemarin," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini