nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Antikorupsi, Sri Mulyani Akui Selalu Saja Ada Godaan

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 09 Desember 2019 14:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 09 20 2139699 hari-antikorupsi-sri-mulyani-akui-selalu-saja-ada-godaan-JKytJi0Heb.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui korupsi akan selalu menjadi tantangan di dalam kementerian dan lembaga (K/L), lantaran selalu saja timbul godaan untuk korupsi. Terlebih di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang selalu berurusan langsung dengan uang negara.

"Memang (korupsi) tetap akan jadi tantangan, karena walaupun kita sudah lakukan reformasi, remunerasi diperbaiki, ada indeks kinerja, kita lakukan line of defense (pencegahan korupsi). Tapi selalu saja ada godaan," kata dia dalam acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Baca Juga: Ini Pesan Presiden Jokowi di Hari Antikorupsi Sedunia

Dia menjelaskan, yang paling rentan terhadap godaan yakni pegawai Kantor Pelayanan Pajak yang selalu berhubungan dengan pemeriksaan wajib pajak. Apalagi wajib pajak yang memiliki potensi penerimaan pajak besar, bisa saja menyuap petugas pajak untuk menghindari bayar pajak.

Menurut Bendahara Umum Negara tersebut, berapa pun besaran gaji yang diterima pegawai tersebut akan terasa tidak cukup jika diperhadapkan dengan uang bernilai miliaran hingga triliunan. Oleh sebab itu, integritas memang menjadi hal utama dalam menghindari praktik korupsi.

Baca Juga: Sri Mulyani Singgung Dilema Korupsi atau Gaji Habis 10 Hari

"Jadi kalau ngomong cukup atau enggak cukup itu masalah tamak atau enggak tamak. Integritas itu penting. Oleh karena itu kami selalu tetap waspada, karena kami dihadapkan pada situasi yang setiap hari memang bisa memberikan godaan," ungkapnya.

 KPK

Oleh sebab itu, sebagai mitigas dari pencegahan tindakan korupsi, Sri Mulyani juga menerapkan langkah pencegahan berlapis di Kemenkeu. Pertama dengan memberikan pemahaman kepada seluruh pimpinan tentang profesionalitas sesuai nilai-nilai Kemenkeu yakni intergritas, profesionalitas, pelayanan, sinergi, mencapai kesempuranaan. Menurutnya. pemimpin sangat penting menjadi role model yang baik.

Kedua dengan sistem kepatuhan internal yakni membangun kepatuhan di instansi yang umumnya memiliki warisan budaya korupsi. Serta langkah ketiga dengan pengawasan kinerja PNS melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenkeu.

"Oleh sebab itu, jangan sampai merasa Itjen atau kepatuhan internal itu memata-matai kita, tapi mereka itu partner menjaga kita. Karena manusia itu sering kadang-kadang bisa tergoda, jadi justru kita dijaga," kata dia.

 Sri Mulyani

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini