Budi bilang, hal itu terjadi karena Pertamina telah menyelesaikan pembangunan sejumlah kilang untuk mendorong pemenuhan kebutuhan dalam negeri.
Oleh sebab itu, dia mengaku tak khawatir dengan keuangan Pertamina akan terganggu jika harus berinvestasi di beberapa proyek strategis. Misalnya, dengan berinvestasi untuk pembangunan kilang dan industri petrokimia.
"Jadi kemampuan keuangannya (Pertamina) sangat enggak ada masalah untuk investasi sebesar ini masih mampu," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, perseroan telah melakukan penurunan impor solar dan avtur hingga 25 juta barel di tahun 2019. Penurunan impor itu senilai menghemat devisa sebesar Rp37 triliun.
"Untuk ekspor avtur, kami hitung Rp12,7 triliun sepanjang 2019. Jadi kontribusi untuk meringankan Current Account Defisit (CAD) sudah mulai terlihat," kata Nicke.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.